Akun Twitter Artis Korea


Annyeong haseyo ^_^

Buat kalian yang penasaran ingin selalu dekat dengan artis-artis Korea idaman hati, sekarang kami buatkan ringkasan akun twitter dari beberapa artis Korea hasil sharing sesama follower di @KDramaID

  1. Kim Bum (Boys Before Flowers) : @Actorkimbeom
  2. Jang Woo Young – 2PM (Dream High 1) : @0430yes
  3. Park Ji Yeon (Dream High 2, God of Study) : @pjy1234
  4. Nickhun – 2PM : @Khunnie0624 ,
  5. G-Dragon – Big Bang : @IBGDRGN
  6. Eru : @eru_Ndrew
  7. So Yi Hyun (Who Are You) : @Ssoyang84
  8. Jang Geun Seok (Bel Ami, You’re Beautiful) : @AsiaPrince_JKS
  9. Lee Ji eun “IU” (Dream High 1) : @lily199iu
  10. Kim So Eun (Boys Before Flowers): @kimso_
  11. Shin Se Kyung (When A Man’s Falling in love): @lwmeee
  12. Ji Chang Wook (Warrior Baek Dong Soo, Five Fingers, Empress Ki) : @jichangwook
  13. Yoo Ah In (Fashion King, Jang Ok Jung) : @seeksik
  14. Song Seung Heon (My Princess) : @SongSH
  15. Hoya – INFINITE (Reply 1997) : @hoya1991
  16. JB – GOT7 (Dream High 2) : @jbjyp
  17. Ha Ji Won (The King 2 Heart, Empress Ki) : @hajiwon1023
  18. Goo Ha Ra – KARA (City Hunter) : @_sweethara
  19. Lee Jong Hyuk (Gentleman’s Dignity) : @actorjonghyuk
  20. Choi Siwon – Super Junior : @siwon407
  21. Kim Soo Ro (Gentleman’s Dignity) : @KimSooro
  22. Nam Gyu Ri (49days, Heartless City) : @kyurin1022
  23. Donghae – Super Juior (Panda & The Hedgehog) : @donghae861015
  24. Lee Min Ho 93 (Rooftop Prince, Prime Minister & I, TMTETS) : @93LeeMinHo
  25. Ryeo Wook – Super Junior : @ryeong9
  26. Jun Hyung – Beast (Monstar) : @Joker891219
  27. Kim MyungSoo/L – INFINITE (Shut Up Flower Boy Band) : @INFINITELKIM
  28. BoA (Hope for Dating) : @BoAkwon
  29. Jung Il Woo (49days, Golden Rainbow) : @ActorJungilwoo
  30. Yoon Eun Hye (Lie To Me, Marry Him If You Dare) : @1003Grace
  31. Suzy – miss A (Dream High 1, Gu Family Book) : @missA_suzy
  32. Lee Hyun-woo (To The Beautiful You) : @hiHyunwoo
  33. Lee Da Hae (My Girls, IRIS2) : @cherry4eva84
  34. Jang Na Ra (Baby Faced Beauty) : @narajjang318
  35. Park Hyung Sik – ZEA (The Heirs) : @ZEA_Hyungsik
  36. Kang So Ra (Dream High 2, Sunny, Ugly Alert) : @reveramess
  37. Joo Won (Good Doctor, Bridal Mask) : @moonjunwon
  38. Lee Hong Ki (You’re Beautiful) : @skullhong
  39. Clara (Emergency Couple) : @TheLaraRouge
  40. Jung Woo (Reply 1994) : @jungwoo109
  41. Go Ara (Reply 1994) : @FloARA211
  42. Park Shin Hye (Flower Boy Next Door, Heartstrings, The Heirs) : @ssinz
  43. Ok Taecyeon – 2PM (Cinderella’s Sister) : @taeccool
  44. Sung Joon (I Need Romance 3, Gu Family Book, Lie to Me) : @six2k
  45. Park Seo Joon (Dream High 2, One Warm Word) : @BN_SJ2013
  46. Park Min Young (City Hunter) : @sweetestMY
  47. Yonghwa – CNBlue (Heartstrings) : @JYHeffect,
  48. Jonghyun – CNBlue (Gentleman’s Dignity) : @cnbluegt,
  49. Minhyuk – CNBlue (The Heirs) : @MrKang_cn,
  50. Jungshin – CNBlue (Sword and Flower) : @MentalShin
  51. Lee Jun Ki (My Girl, Two Weeks) : @JGshock
  52. Yoo Yeon-Seok (Reply 1994, Gu Family Book) : @Yeonseok411
  53. Ahn Jae Hyeon (You Who Came From The Star) : @AAGBan

Nah, itu tadi daftar yang berhasil dikumpulkan. Kalau biasmu ternyata belum masuk di daftar ini atau ternyata ada yang salah, jangan ragu-ragu tulis komentar ya. Masukannya ditunggu selalu lho chingu ^^

Topic tweeted by FX@KDramaID

Posted by CI@KDramaID

Dipublikasi di K-DID | Tinggalkan komentar

Daftar K-Drama April 2014


Annyeong haseyo ^_^

Buat chingu yang hobi menonton kdrama dan tidak mau ketinggalan update, sekarang KDramaID buatkan daftarnya nih. Tujuannya untuk memudahkan chingu mengecek drama apa saja yang sedang diputar di Korea sana.

Tapi maaf ya, tidak semuanya bisa dimasukkan ke daftar ini. Hanya beberapa drama yang biasanya ada di slot umum atau drama yang sedang booming dan wajib ditonton ^^

Senin – Selasa (April 7 – April 8)

  • Full Sun a.k.a Beyond The Clouds 15 – 16 (KBS) — final week
  • Empress Ki 44 – 45 (MBC)
  • God’s Gift-14 Days 11 – 12 (SBS)
  • Secret Love Affair 7 – 8 (JTBC)

Rabu – Kamis (April 9 – April 10)

  • Golden Cross 1 – 2 (KBS) — premier | pengganti Age of Feeling
  • Cunning Single Lady a.k.a Sly & Single Again 13 – 14 (MBC)
  • Three Days 11 -12 (SBS)

Jumat – Sabtu (April 11 – April 12)

  • Gap Dong 1 – 2 (TVN) — premier | pengganti Emergency Couple

Sabtu – Minggu (April 12 – April 13)

  • Wonderful Days a.k.a Wonderful Season 15 – 16 (KBS)
  • Jung Do-Joen 29 – 30 (KBS)
  • Jang Bori Is Here a.k.a Come! Jang Bo Ri 3 – 4 (MBC)
  • Hotel King 3 – 4 (MBC)
  • Glorious Day a.k.a Feel-Good Day 3 – 4 (SBS)
  • Angel Eyes 3 – 4 (SBS)
  • Bride of The Century 15 – 16 (CSTV) — final week

K-Drama Rilis April 2014

  • 14 April : Witch’s Romance | TVN | Senin – Selasa | akan menggantikan I Need Romance 3
  • 23 April : A New Leaf | MBC | Rabu – Kamis | akan menggantikan Cunning Single Lady
  • 28 April : Big Man | KBS | Senin – Selasa | akan menggantikan Full Sun
  • 28 April : Doctor Stranger | SBS | Senin – Selasa | akan menggantikan God’s Gift-14 Days
  • 30 April : You’re All Surrounded | SBS | Rabu – Kamis | akan menggantikan Three Days

K-Drama Tamat per 5 April 2014

  • Full Sun | KBS | 16 episode | digantikan Big Man
  • Cunning Single Lady | MBC | 16 episode | digantikan A New Leaf
  • Age of Feeling | KBS | 24 episode |digantikan Golden Cross
  • Golden Rainbow | MBC | 41 episode | digantikan Hotel King
  • A Little Love Never Hurts | MBC | 50 episode | digantikan Jang Bori Is Here
  • The Women Who Married Three Times | SBS | 40 episode | digantikan Angel Eyes
  • Emergency Couple | TVN | 21 episode | digantikan Gap Dong

Jangan lupa follow dan pantau terus akun @KDramaID supaya tahu berita terbaru dari masing-masing drama ^^

Posted by CI@KDramaID

Dipublikasi di K-DID, UPCOMING | Tinggalkan komentar

Adegan mengompres ketika demam


Annyeong haseyo ^_^

Buat kalian para penggemar drama Korea, yakin deh kalian sudah hapal dengan beberapa adegan yang biasanya selalu ada di setiap drama. Misalnya piggy-back ride, minum soju, makan ramyun, shower scene sampai sakit demam. Beberapa orang mungkin menganggapnya klise dan hanya menanggapinya sepintas lalu. Tetapi, jangan salah, beberapa teman kita justru mem-favorit-kan adegan-adegan tersebut karena memang ya disitulah uniknya drama Korea ^^

Beberapa waktu lalu kami menerima email dari salah satu penggemar drama Korea yang bertanya mengenai salah satu adegan drama favoritnya, yaitu adegan mengompres pemeran yang sakit demam serta menjaganya semalaman dan merawatnya dengan telaten. Teman kita ini ternyata hobi mengumpulkan daftar drama Korea yang punya adegan mengompres pemeran yang sakit demam.

Lie To Me -1 ok

Hasil googling oleh admin FX@KDramaID ternyata sudah pernah ada yang membuat daftarnya DISINI  Nih, kami tuliskan ulang supaya puas :

1. Full House ( ep. 2, 12 & 24 )
2. Thank You ( ep.5 )
3. Marry Stayed Out All Night ( ep. 7 )
4. Bad Guy ( ep. 3 & 10 )
5. Cinderella’s Sister ( ep. 4, 15 & 17 )
6. Witch You Hee ( ep. 4 )
7. Boys Before Flowers ( ep. 19 )
8. Story of a man ( ep. 17 )
9. Personal Taste ( ep. 13 & 16 )
10. Lie to Me ( ep. 7 )
11. Salamander Guru and The Gang ( ep. 8 )
12. Beethoven Virus ( ep. 15 )
13. Ojakgyo Brothers ( ep. 15 & 16 )
14. Bread Love and Dream ( ep. 4, 7, 20 & 21 )
15. Yes Captain ( ep. 2 & 11 )
16. May Queen ( ep. 1 & 18 )
17. My Princess ( ep. 5 )
18. Full House Take 2 ( ep. 2 )
19. To Beautiful You ( ep. 9 )
20. Time Slip dr. Jin ( ep. 12 )
21. Skip Beat ( ep. 9 )
22. The Salaryman ( ep. 20 )
23. Hotelier ( ep. 6 )
24. Faith ( ep. 23 )
25. Wish Upon a Star ( ep. 8 )
26. Jang Ok Jung ( ep. 7 )
27. Queen in Hyun’s Man ( ep. 8 )
28. Triple ( ep.5 )
29. Sungkyukwan Sandal ( ep. 19 )
30. Fashion King ( ep. 14 )
31. The Moon That Embraces The Sun ( ep. 13 & 17 )

Masih kurang puas dengan daftarnya? Tenang, masih ada tambahan beberapa judul dari admin CC@KDramaID :

1. Scent of a Woman : sepanjang episode sakit (kanker)
2. My Rosy Life: lupa episode berapa (kanker)
3. Flowers for My Life: eps akhir (kanker)
4. Save The Last Dance For Me: awal-akhir >> (amnesia dan lumpuh) yang sakit gantian
5. Summer Scent: sepanjang episode sakit terus (transplantasi jantung)
6. Padam-Padam: menjelang akhir eps (kanker)
7. Tree Of Heaven: akhir eps (lupa sakit apa)
8. 90 Days, Falling in Love Days: tengah sampai akhir eps (lupa sakit apa)
9. Bad Couple: akhir2 eps (kanker kalo gak salah)
10. Dummy Mommy: tengah sampai akhir eps (jantung dan kanker otak)
11. Loveholic: awal sampai akhir eps (amnesia)

Nah, kalau dari drama baru, katanya admin CA@KDramaID di You Who Came From Another Star episode 9 juga ada. Nih, lihat saja pic-nya yang bikin gemas :p

Gambar diambil dari dramabeans

Gambar diambil dari dramabeans

Nah, kalau kalian masih punya daftar adegan mengompres ketika sakit demam di drama Korea yang belum tercantum disini, jangan malu-malu untuk menambahkan di kolom komentar ya ^_^

Posted by CI@KDramaID

Dipublikasi di K-DID | Tag | 1 Komentar

Cara Menonton Secara Online Dan Mendownload Drama Beserta Subtitle Indonesia


Hallooo~ buat kalian drama lovers yang belum tau cara nonton drama secara online ataupun mendownloadnya, nih saya kasih sedikit info. Happy reading ^^~~

A. Jika Kalian Ingin Menonton Secara Online Drama Korea :
– Silakan Kunjungi Situs berikut.

http://www.viki.com

http://www.maaduu.com

CATATAN : untuk situs Maaduu kalian Harus Login dulu, pertama kalian harus sig up (mendaftar). caranya simple ko. tinggal daftar seperti kalian membuat email.

B. Jika Kalian Ingin Mendowload Drama Korea.

1. Pertama Kalian Dowload Dulu IDM , cara dowloadnya search ajah di google IDM. terus instal softwer

- IDM bisa di dowload disini : http://www.internetdownloadmanager.com/download.html

2. Cara sebelumnya sepertinya ribet ya. Silakan kunjungi situs ini saja :

- http://siidownloader.blogspot.com/
http://www.dramadownload.net/
http://doramax264.com/
http://www.indowebster.com/

Setelah Kelink Diatas Kalian Tinggal Dowload deh ..

Catatan : Untuk File Yang terpisah (2 File), misal 1 eps harus download beberapa part bisa Digabungin pakai software HJ split.

- Tidak Bisa di Ektrack Harus Pakai Softwer HJ split.

3. Video Drama Korea Yang Didowload selalu Sub Eng / tidak ada subnya..

Jika Kalian ingin menjadikan video kalian menjadi Sub Indonesia (Text Indo).

Kalian Cukup dowload Sub Indonesianya di Situs Ini : http://www.islandsubs.com .

http://www.subscene.com

- Nah Sekarang suda Dapet video sama subnya, tinggal menonton Drama Korea secara gratis dan ber sub Indonesia, gampang kan?

- Jangan Lupa Sub Samakan Dengan Nama Videonya untuk mempermudah menontonnya..

Catatan : Tapi kalau Kalian tidak suka banya File, Kalian Bisa gabungin Video tersebut dengan menggunakan Softwer mkvtoolnix-unicode-6.0.0

- Terakhir selamat menonton deh. ^^ Semoga Info Ini dapat membantu.. ^^

catatan : cara ini hanya bisa digunakan melalui Komputer/Laptop.

Cr: facebook.com/kdloverss
Via: ys@kdramaid

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

[FF] Triangle Twin (Chapter 2)


Triangle Twin (Chapter 2)

Nama: Mualimatul Kurniyawati
Nickname: Niya
Akun Twitter: @kurniya12
Title FF: Triangle Twin
Genre: Family, Friendship, School Life, Romance
Main Casts:
  • Kim Jongin (Kai)
  • Oh Hara (You)
  • Kim Taemin
Supporting casts:
  • Kim Haemi (OC)
  • EXO (K)
  • Park Eunri (OC)
Length: Multi Chapter

Buuugg

Tubuhku terpental. Tidak sengaja aku menubruk tubuh seorang namja yang berpostur lumayan tinggi. Perasaanku kian berubah menjadi tidak enak. Dasar kenapa kau menubruk orang Oh Hara, apa kau tidak melihat orang berjalan didepanmu. Rutukku dalam hati.

“Aiish, apa kau tidak punya mata haah? Berjalanlah dengan benar, Pabo! Kau mengotori bajuku, kau mau cari mati!”

Hah suara itu, aku yakin suara itu tidak asing. Aku sangat mengenal suara itu. Aku tertunduk dan tidak berani mendongakkan kepalaku. Matilah aku, kenapa aku begitu ceroboh.

****

 

POV Oh Hara

 

Kai, apa itu kau? Ucapku dalam hati. Masih dalam posisi yang sama, aku tidak berani mendongakkan kepala. Mata itu, aku tidak mampu melihat tatapan mata itu. Tatapan mata yang dingin, tajam, dan kosong. Sulit untuk diartikan tatapan mata Kai. Membuatku ingin tau, mengapa kau mempunyai tatapan mata seperti itu Kai. Aku merasa sepertinya ada sesuatu hal yang membuatmu seperti ini.

Kau tau, menatapmu sama saja membunuhku perlahan. Membuat detak jantungku berhenti dan seketika membuat nafasku tertahan. Aku harus pergi, aku harus menghindari mu Kai.

Chakkaman, aku tidak suka diabaikan. Kau tahu, bajuku basah karnamu!” terdengar Kai setengah meneriakiku.

Mi…miianhae, joeng..mal mianhae” susah payah aku pengumpulkan sisa-sisa keberanianku untuk menjawab perkataan Kai. Meskipun terdengar terbata-bata.

Mendengar perkataan Kai yang setengah berteriak, kini semua orang memperhatikanku. Ku lihat Eunri sedang menatapku tajam. Seolah berbicara, kau benar-benar gadis yang bodoh Oh Hara.

“Kai, sudahlah. Kau membuat dia ketakutan, apa kau tidak kasihan melihatnya?” kulihat seorang namja berjalan menghampiri Kai, berusaha menarik dan membawa Kai pergi. Ya, namja itu Sehun. Aku mengenalnya, semua orang juga mengenalnya. Dia seperti Kai, terlihat hebat dalam menari. Tapi aku tetap lebih meyukai Kai.

“Hey kenapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya? Bahkan dengan wajah takutmu kau masih terlihat cantik.” Mataku terbelalak, setelah sesaat kemudian aku menyadari Chanyeol yang berdiri tepat disampingku.

“Chan..chanyeol..”

“Bagaimana bisa kau tahu namaku?” jawab Chanyeol dengan tatapan seolah mencari jawaban.

“Yak berhenti menggoda wanita Chanyeol-ah”.

Aku membuang nafas dalam. Beruntung Sehun meneriaki Chanyeol sambil berjalan meninggalkan kantin. Mungkin Chanyeol sedikit malu dengan teriakan Sehun, hingga akhirnya ia berjalan keluar mengikuti Sehun.

****

Detik demi detik, menit demi menit, bahkan hari demi hari, waktu terasa berjalan begitu cepat. Tanpa terasa ujian masuk perguruan tinggi begitu dekat. Saat Oh Hara mendengar bahwa Jongin akan mencapai Seoul National University of Art, ia berusaha keras untuk mencapainya juga. Setiap hari Oh Hara tidak pernah absen belajar, hingga larut malam pun ia masih belajar. Ia menyadari untuk mencapai Seoul National University of Art  itu sangat tidak mudah. Apalagi dengan daya pikirnya yang begitu pas-pasan. Baginya ujian masuk perguruan tinggi itu sangat penting, penting sekali bahkah melebihi kepentingan apapun.

Akhirnya hari itu tiba, dengan persiapan yang matang Oh Hara meyakinkan diri. Ia harus mencapai universitas itu, sekaligus ia akan membuktikan bahwa perkataan banyak orang yang menganggap dirinya bodoh adalah salah besar.

Eomma, Hara berangkat dulu. Doakan Hara semoga berhasil.”

Ne Eomma akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.” Kemudian Hara memeluk ibuknya dan beranjak pergi.

Kajja Appa.” Tentunya dengan diantarkan Ayahnya, Hara berangkat menuju tempat ujian itu.

Skip

Para pelajar yang mengikuti ujian perguruan tinggi, kini berhamburan keluar. Mereka telah menyelesaikan ujiannya yang berlangsung cukup lama.

“Hey Oh Hara.”

Mendengar ada yang memanggil namanya. Hara pun segera mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara itu.

“Ah kau ternyata Baekhyun-ah, kau mangikuti ujian di sini juga? Bukankah kau akan mangambil di Kedokteran?”

Pabo, kau percaya padaku? Hhahaa.”

“Aish, harusnya aku sadar kau membodohiku ternyata.”

“Ku kira kau bercanda akan mengikuti Kai, ternyata kau begitu terobsesinya dengan Kai.”

“Yaa siapa bilang aku bercanda, dari awal aku serius. Selain itu aku juga ingin membuktikan padamu, aku tidak sebodoh yang kau pikirkan Baekhyun-ah. Bahkan aku bisa mengalahkanmu.” Ujar Hara sambil menjulurkan lidahnya.

****

Semua tempat penuh sesak dan ramai. Tepat dua puluh hari setelah ujian masuk perguruan tinggi, kini hasilnya akan segera mereka ketahui. Banyak pelajar berdesakan untuk melihat nama-nama siapa saja yang akan diterima. Tanpa mempedulikan dorongan dari orang lain pun, Hara berjalan memasuki kerumunan.

“Yak Baekhyun, kau lihat namaku terpampang dan hey namamu juga ada Baekhyun-ah.” Dengan gembira Hara berteriak memberitahu Baekhyun.

Jinjja? Namaku dan namamu ada? Ah kau tau, aku tidak jadi keren.”

Waeyo? Apa maksudmu?”

“Ku pikir hanya ada namaku, ternyata ada namamu juga. Bukankah aku akan terlihat keren jika diantara kita berdua hanya aku saja yang diterima.”

”Aish kau sangat meremehkanku Baekhyun-ah.” Pletak “Rasakan kau.”

Appo, aku hanya bercanda. Hey lihatlah aku berada di jurusan tarik suara, sesuai yang kuinginkan.”

Mwo, aku berada di jurusan seni lukis dan eh, mengapa ada nama Park Eunri di sini?”

Mwo Park Eunri? Aish bahkan dia tidak memberitahu kita kalau dia juga mengikuti ujian di sini.”

“Jangan-jangan dia lupa mengatakannya pada kita. Dasar anak itu….. Lalu bagaimana dengan Kai? Aku tidak menemukan nama Kai.” Ujar Hara dengan tatapan penuh teliti mencari nama Kai.

“Kau tidak menemukan Kai, karna dia berada di jurusan seni tari. Kai dan temannya masuk di jurusan yang sama.”

“Kurasa tarianku begitu buruk. Mungkin itu sebabnya aku tidak diterima di seni tari.” Ucap  Hara dengan nada frustasi.

“Tarianmu tidak buruk, hanya saja mungkin mereka lebih mengagumi lukisanmu daripada tarianmu. Dan itu cukup membuktikan kalau kau sangat hebat dalam melukis. Kau bukan gadis bodoh lagi Hara-ah.”

Hara merunduk lalu mengangguk pelan. “Kau benar Baekhyun-ah.”

Kai POV

 

Diikuti dengan Chanyeol dan Sehun, aku berjalan menuju papan pengumuman untuk melihat daftar nama calon mahasiswa yang diterima. Aku sengaja menunggu tempat itu sepi, karna aku tidak suka berdesakan dengan banyak orang.

Kulihat ada seorang yeoja dan namja sedang berbincang di depan papan pengumuman. Aku semakin mendekat, bukankah yeoja itu yang menabrakku di kantin waktu itu. Dasar gadis ceroboh, aku tidak mempedulikan dia yang tiba-tiba pergi seolah menghindariku.

“Kai, namamu ada. Itu artinya kau diterima.” Terdengar suara bass yang tak lain pemiliknya adalah Chanyeol.

“Hey lihatlah, kita bertiga masuk di seni tari.” Ucap Sehun dengan antusias.

“Apa itu benar?”

Dengan maksud meyakinkan diri. Kuarahkan pandanganku menatap lekat pada setiap daftar nama. Kuletakkan ujung jari telunjukku pada papan nama, lalu kugerakan jariku mengikuti pandanganku. Dengan maksud agar namaku tidak terlewatkan pada penglihatanku. Belum sempat aku menemukan namaku, tiba-tiba jariku berhenti di satu nama yang kurasa sudah tidak asing lagi. Rahangku seketika mengeras dan mataku terbelalak melihat nama itu.

“Bukankah kau sudah meninggalkan Seoul? Aku benar-benar membencimu, sangat membencimu. Bahkan kehadiranmu tidak aku harapkan.” Seruku dalam hati. Membuat tanganku mengepal menahan emosi.

“Kai, gwenchana? Apa yang terjadi padamu?” Tanya Sehun dengan tatapan bingung

“Ah anniya. Gwenchana. Kajja kita pergi.”

****

Terlihat senyum damai sedang berkembang di wajah seorang namja. Ia berjalan kaki sembari melihat kota Seoul yang terlihat indah di matanya. Sepertinya suasana hatinya sedang bahagia.

“Seoul, aku sudah kembali lagi. Kai aku sangat merindukanmu.” Gumamnya lirih dan seolah berbisik kepada angin yang berlalu.

****

@Seoul National University of Art

 

Pagi ini terasa begitu berbeda dari pagi sebelumnya. Mereka berhamburan masuk menuju kelasnya masing-masing. Hari ini adalah hari dimana mereka pertama kali menjalani rutinitasnya sebagai seorang mahasiswa. Sepertinya perasaan mereka menjadi campur aduk, di sisi lain mereka juga memikul beban lebih berat. Betapa tidak, menjadi mahasiswa bukankah itu berarti menjadikan diri mereka untuk lebih dewasa. Dan dewasa itu berarti dimana senyummu akan semakin berkurang.

“Park Eunri, yak kau akan menerima hukuman. Kau tidak memberitahuku kalau kau juga masuk di sini, eoh?”

“Ah mianhae Hara-ah, jeongmal mianhae. Aku pikir aku sudah mengatakannya padamu. Kau tau kan bukankah daya ingatku sangat lemah?”

“Aish, tapi ini keterlaluan Park Eunri. Aku tidak akan memaafkanmu.”

Jinjja kau tidak memaafkanku? Meskipun aku akan mentraktirmu selama tiga hari kedepan?”

Chakkaman, sepertinya aku berubah pikiran Eunri-ah.”

“Yak dasar kau, apa aku harus selalu mentraktirmu untuk mendapatkan maaf darimu?”

Geure, harusnya begitu.” Ucap Hara dengan tersenyum evil dan mengedipkan matanya.

Pada jam yang sama, di tempat yang berbeda. Seorang sedang menuruni mobil mewahnya yang berwarna hitam. Dengan perasaan penuh bahagia ia menyunggingkan sedikit senyuman. Ia mengenakan seragam mahasiswa seperti yang lainnya. Namja itu, berkulit putih dan berpostur tinggi dengan jam tangan hitam yang terpasang di tangannya, membuat namja itu semakin terlihat memikat.

Kai POV

 

Dengan langkah santai aku berjalan melewati lorong kampus. Sembari kedua tanganku, ku masukkan ke dalam saku celana. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling kampus, lihatlah mereka begitu gembira menjalani hari pertama masuk di kampus. Tapi aku, yah meskipun dalam hatiku merasa senang tapi aku tidak suka menunjukkan ekspresi yang berlebihan.

Apakah aku akan baik-baik saja setelah dia juga masuk di seni tari? Entah lah, kurasa akan membuatku terasa hambar. Yang jelas aku sangat tidak menginginkan kehadirannya.

“Chanyeol-ah, kau membodohiku. Hey kau kalah, harusnya kau menggendongku sampai kelas.”

“Yak kau curang Sehun, aku tidak akan menggendongmu. Dan satu lagi, sudah kuperingatkan. Panggil aku Hyung.”

Mwo, tidak akan. Sudahlah, kau harus menggendongku.”

“Kau mengabaikanku, haah? Bersiaplah berlari, aku akan memukulmu.”

“Kau yang curang Chanyeol-ah, bukankah aku yang harusnya mengejarmu. Kau tidak menggendongku, kenapa jadi kau yang mengejarku.” Cibir Sehun sambil berlari melarikan diri dari Chanyeol.

“Hey apa yang kalian lakukan? Kalian terlihat seperti anak kecil.” Ujar ku saat tiba-tiba melihat Chanyeol dan Sehun saling berkejaran.

“Kai awas minggir, kau menghalangi jalanku.” Pekik Sehun yang mengabaikan perkataan Kai.

****

Terkadang yang membuat kita sakit bukanlah dia, melainkan harapan kita sendiri yang terlalu besar terhadapnya. Mungkin itulah yang dirasakan Oh Hara saat ini. Sebulan sudah mereka menjalani rutinitasnya sebagai seorang mahasiswa. Berharap setelah Hara mencapai perguruan yang sama dengan Kai, ia akan bisa bertemu Kai dengan mudah. Namun kenyataannya setelah sebulan ia menjalaninya, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan Kai kecuali saat di depan papan pengumuman penerimaan mahasiswa baru.

“Hara, sampai kapan kau akan terus melamunkan Kai?”

“Ehh..ahh Baekhyun. Sejak kapan kau sudah berada di rumahku? Siapa yang membukakan pintu?”

“Bahkan kau tidak menyadari kehadiranku, Eomma mu yang membukakan pintu.”

“Ohh.. hmm aku tidak melamunkan Kai, aku hanya memikirkan….”

“Kau tidak bisa mengelak Oh Hara dan kau tidak bisa menyembunyikannya dariku.” Seru Baekhyun sembari duduk di samping Hara.

“Ahh.. ani, anniya aku hanya…..”

“Aku tau kau ragu untuk mengucapkan apa yang ada di hatimu karena kau tidak yakin dia akan mendengarkanmu.”

“Maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Jika kau ragu untuk mengucapkannya, ini…tulis saja apa yang ada di hatimu pada kertas ini.” Ucap Baekhyun sambil menyodorkan secarik kertas kepada Hara.

“Aku mengerti sekarang. Ne gomawo Baekhyun-ah.” Jawab Hara yang kemudian mengambil secarik kertas yang disodorkan Baekhyun.

“Beritahu aku saat kau telah selesai menulis. Karena kau tidak yakin dia akan mendengarmu, aku akan menyimpan dan membaca tulisanmu.”

“Baekhyun-ah.” Ucap Hara yang kemudian memeluk Baekhyun

“Kita bersahabat sudah cukup lama, jangan segan-segan bercerita terhadap aku maupun Eunri Ne?.” Ujar Baekhyun yang kemudian membalas pelukan Hara dan mengelus punggung Hara.

Ne.”

****

 

@Seoul National University of Art

 

Aigo, kau mengagetkanku Baekhyun-ah. Kau kenapa datang ke kelasku? Apa yang kau lakukan? Ahh biar ku tebak, kau mau menggoda teman sekelasku? eoh?”

“Yaa apa-apan kau ini. Aku tidak tertarik menggoda mereka. Bukankah justru mereka yang ingin menggodaku.” Umpat Baekhyun kepada Eunri

“Aish, kau ini terlalu percaya diri Baekhyun-ah.”

“Aku ke sini ingin bicara penting denganmu. Lihat ini, aku membawa kertas tulisan Hara. Ia menulis semua perasaanya terhadap Kai di sini.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”

“Mungkin aku terlihat sedikit jahat, tapi percayalah niatku ini baik. Aku hanya ingin Kai mengetahui perasaannya Hara. Hanya itu saja. Aku membutuhkan bantuanmu.”

Ne, aku akan membantumu. Sejujurnya aku tidak tega melihat Hara yang memendam perasaannya. Lalu apa yang bisa kulakukan?”

“Kau hanya menaruh kertas ini di lokernya Kai. Kudengar nomor loker Kai dua satu, itu berarti 21. Kau harus mengingat itu. Ara?”

Ne arraseo, Bukankah itu cukup sulit? Bagaimana jika Kai melihatku?”

“Tidak akan jika kau berhati-hati Ne? Saat ini mereka sedang latihan menari. Pergilah dan lakukan sekarang”

“Hmm…Ne aku akan berhati-hati. Aku pergi sekarang.”

“Ingat jangan sampai ada orang lain atau Kai yang melihatmu.”

Ne, aku tau.”

Park Eunri POV

 

Dengan langkah kecil aku berjalan menuju tempat loker seni tari. Sebisa mungkin aku menahan  diriku untuk tidak menimbulkan suara. Jika aku bersuara, aku takut bagaimana jika ada orang yang mendengarnya kemudian melihatku.

Ku edarkan pandanganku ke segala arah, lalu kuhembuskan nafas dalam. Ah sepi sepertinya tidak ada yang melihatku, bagus beruntunglah aku.

Apa itu lokernya? Kemudian aku berjalan cepat namun kecil untuk mendekati loker itu. Setelah sampai, perlahan aku membuka lokernya.

“Chakkaman, Pabo bagaimana bisa aku melupakan nomor loker Kai”  rutukku dalam hati.

Seingatku kata Baekhyun dua satu, ahh ani dua satu apa satu dua? Pabo, mengapa daya ingatku begitu lemah sekali. Aku yakin pasti nomornya satu dua, berarti nomor 12, ahh iyaaa nomor 12. Dengan cepat aku segera menaruh kertasnya di loker nomor 12. Kemudian aku segera pergi dan meninggalkan tempat itu.

Park Eunri POV End

 

“Park Eunri, kau dari mana? Mengapa kau berlarian?”

“Ahh Hara, kau mengagetkanku. Ku kira kau siapa.”

“Hey kau tidak menjawab pertanyanku, mengapa kau berlarian? Kau habis melakukan apa?”

“Kau tau untunglah tidak ada orang yang melihatku. Aku baru saja meletakkan kertasmu di lokernya Kai.”

“Haaa…apa maksudmu Eunri? Kertas apa?”  Hara curiga kepada Eunri, sepertinya ia menyadari kertas yang dimaksud Eunri

“Ahh..Ani anniya, maksudku kertas…” belum sempat Eunri mengelaknya, Hara langsung berlari menuju loker seni tari.

Ottoke, Apa yang kamu katakan Park Eunri. Pabo kau benar-benar pabo. Mati kau.” Gumam Eunri yang mencibir dirinya sendiri sambil memukul pelan kepalanya.

Hara berlari begitu cepat ia berusaha mengambil kertas yang ada di lokernya Kai. Ia tidak bisa membayangkan, bagaimana jika Kai membaca kertas itu. Ia tidak akan mengampuni Baekhyun dan Eunri.

Di jam yang sama, di sisi lain terdengar suara bel yang menandakan latihan kelas menari sudah selesai. Para mahasiswa berhamburan keluar menuju lokernya masing-masing. Termasuk Kai yang berjalan menuju lokernya. Namun rahang Kai terlihat mengeras saat ia tiba di depan lokernya. Ia melihat namja yang berdiri tak jauh dari lokernya.

“Akhirnya kita bertemu lagi Kkamjong. Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu.” Ucap namja itu yang mulai menyapa Kai. Ia menaikkan salah satu sudut bibirnya, hingga membentuk suatu lengkungan senyuman. Senyuman yang menunjukkan bahwa ia benar-benar merindukan Kai dan bahagia setelah bisa melihat Kai kembali.

“Jangan sebut aku Kkamjong lagi, aku bukan yang dulu lagi.” Jawab Kai dengan seringai kecil. Kemudian Ia mengabaikan namja itu dan membuka lokernya.

Namun sayang. Kai orang yang dirindukan namja itu, justru malah terlihat membencinya dan setengah mengabaikan dirinya. Namja itu hanya bisa tersenyum tipis melihat tanggapan Kai terhadap dirinya, lalu ia memilih untuk membuka lokernya juga.

Saat Kai dan namja itu membuka lokernya, terlihat Hara berdiri di dekat loker sembari mengatur nafasnya setelah ia berlarian cukup jauh.

“Kai.” Pekik Hara.

Mendengar ada yang memanggilnya, Kai kemudian menoleh dan mencari sumber suara itu. Hara terlihat diam membeku, ia terlihat kalut. Apa Kai sudah membacanya, pikiran itu jelas terlintas di benak Hara.

“Hara, apa kertas ini untukku?” Hara mengernyitkan dahinya, bukan Kai yang menjawab panggilannya, namun namja lain. Dan bukan Kai yang memegang kertasnya, tapi justru malah namja lain. Ia semakin bingung.

“Bagaimana kau bisa tau namaku? Chakkaman, mengapa kau terlihat mirip seperti Kai? Bagaimana bisa kertasku ada di tanganmu?” Banyak pertanyaan dilontarkan Hara terhadap namja yang sangat asing bagi Hara namun justru malah mengetahui nama Hara.

“Apa ini surat cinta? Kau menyatakan perasaanmu padaku?” namja itu berkata sambil memperlihatkan kertasnya. Bahkan ia tidak menjawab satu pun dari pertanyaan Hara.

“Ah anniya itu salah paham, sebenarnya kertas itu….” Hara berusaha menjelaskannya, namun sayangnya perkataan Hara dengan cepat dipotong namja itu.

Nado saranghae. Kau tau sejak hari pertama masuk kuliah, kau adalah yeoja pertama yang kulihat. Kurasa aku begitu mengagumimu. Awalnya aku hanya ingin tau tentangmu lalu aku penasaran dan aku mulai mengkhawatirkanmu, hingga akhirnya aku selalu merindukanmu. Sejak itu lah aku tau namamu dan selalu memperhatikanmu?” ujar namja itu dengan panjang lebar.

Mwo? Kau menyukaiku? Bisa ku jelaskan, ini hanya salah paham, kertas itu sebenarnya bukan untukmu.” Hara terlihat frustasi bagaimana cara menjelaskannya.

“Sekarang kau resmi menjadi yeojachinguku. Kita memiliki perasaan yang sama” Ucap namja itu dengan tidak memperdulikan perkataan Hara.

Kai merasa kejadian di depan matanya itu sangat mengganggunya, kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.

“Kau membuatku muak Taemin-ah” Umpat Kai saat melalui namja itu dan ternyata namja itu bernama Taemin.

Taemin tidak mengerti dengan sikap Kai yang ia sebut sebagai Kkamjong itu. Taemin hanya menatap lekat punggung Kai atau Kkamjong yang semakin menjauh dari pandangannya.

Hara semakin tidak mengerti dengan situasi ini. Dan mengapa namja yang bernama Taemin itu terlihat mirip dengan Kai. Tanpa Hara sadari Eunri dan Baekhyun ternyata melihat kejadian tersebut dari awal. Mereka terlihat menyesal atas apa yang mereka perbuat terhadap Hara.

TBC

Jeongmal mianhae L ceritanya tambah membosankan, gak jelas, dan bertebaran typo disini. Cerita ini murni pemikiran author sendiri, author juga tidak terlalu tau banyak mengenai Seoul National University of Art jadi yang tentang jurusan itu author ngarang banget. Gomawo juga buat para readers yang sudah menyempatkan membaca ff ini. Jangan lupa komen yak J DON’T BE SILENT READER.

Dipublikasi di Fan Fiction, K-DID | Tag , , | Tinggalkan komentar

[FF] Triangle Twin (Chapter 1)


Triangle Twin
Nama: Mualimatul Kurniyawati
Nickname: Niya
Akun Twitter: @kurniya12
Title FF: Triangle Twin
Genre: Family, Friendship, School Life, Romance
 
Main Casts:
Kim Jongin (Kai)
Oh Hara (You)
Kim Taemin
 
Supporting casts:
Kim Haemi (OC)
EXO (K)
Park Eunri (OC)
 
Length: Multi Chapter

Annyeong^^
Saya author baru dan ini adalah FF pertama saya #gak ada yang nanya. Maaf kalo ceritanya gak jelas, bosenin dan bertebaran typo di sini semua itu murni kesalahan author bukan readers yang membacanya. Semua adegan FF ini murni atas dasar pemikiran saya dan milik saya. Beserta KAI juga milik saya *digebukin exotic*. DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER!  Ingat jangan lupa dikomen yaa ^^ *pasang aegyo*.

Okeee Happy Reading *melambaikan tangan, sedetik kemudian menghilang dibawa kabur KAI :D*

****

Kriingg !!

Seorang namja tampak terusik tidurnya dengan bunyi jam beker yang memang sudah ia atur sejak tadi malam. Ia terpaksa mengaturnya karna ia harus pergi ke sekolah. Matanya kini mulai terbuka. Berusaha menyesuaikan pencahayaan yang masuk tanpa permisi melewati ventilasi kamarnya. Tampak tangannya sambil meraih jam beker yang tepat berada di samping tempat tidurnya. Kemudian mematikannya dengan gusar hingga jam itu jatuh dari posisi berdirinya.

Namja dengan kulit hitam dan mata kecoklatan itu memutuskan untuk bangun. Senyum seringai kecil tampak terukir dalam wajahnya. Ia ingat hari ini adalah hari kelulusannya. Hari terakhir dimana ia berstatus menjadi seorang siswa di Performing Art High School. Kemudian dengan gontai ia menuju kamar mandi. Sekitar lima belas menit ia keluar dari kamar mandi. Dengan rambut kecoklatan yang agak basah dan berbalut handuk putih menghiasi pinggangnya.

Ia menghadap cermin. Melihat pantulan wajahnya yang mendarat sempurna di cermin. Ia melihat matanya yang kecoklatan, bibirnya yang agak tebal, dan wajah dengan kulit gelapnya. Namja itu bernama Kim Jongin. Wajah itu, ia teringat akan saudara kembarnya. Kim Jongin memiliki saudara kembar yang bernama Kim Taemin.

Tiba-tiba salah satu sudut bibirnya terangkat. Ia membenci saudara kembarnya yang akrab dipanggil Taemin. Ia juga membenci ibunya. Setelah kedua orang tuanya bercerai sejak 12 tahun yang lalu. Tepat saat Kim Jongin berumur 7 tahun, ibunya membawa Taemin dan juga adiknya yang bernama Kim Haemi untuk tinggal bersama. Kim Jongin yang akrab dipanggil Jongin itu tidak habis pikir. Bagaimana bisa ibunya meninggalkan Jongin dan membiarkannya hidup bersama ayahnya. Sejak kecil ia merasa bahwa ibunya lebih dekat dengan Taemin.

Flashback

“Aiish mengapa Appa dan Eomma selalu bertengkar, aku bosan mendengarnya.” protes Jongin yang berada di atas tempat tidurnya.

“Yaak apa urusanmu, kau berisik sekali. Cepat tidurlah tidak usah bergumam sendirian.” Jawab Taemin yang tidur seranjang dengannya.

“Heeii Kim Taemin bahkan suara Eomma dan Appa lebih keras dari pada suara gumamku, bagaimana bisa terganggu dengan suaraku sedangkan suara pertengkaran Eomma dan Appa kau tidak merasa terganggu!!”

Plettaakk…. Dengan mata sayup-sayup dan kesadaran yang belum terkumpul semua, Taemin terpaksa memukul kepala Jongin yang sudah mulai dibuat geram olehnya.

“Aiissh kenapa kau memukul kepalaku Taemin-ah!!”


“Kau mengganggu tidurku Kkamjong. Tidurlah atau kau tidak akan menonton Pororo bersamaku besok!!” Taemin lebih suka memanggil Kim Jongin dengan sebutan Kkamjong.

“Mwo Pororo, jinja?? kau dibelikan Eomma film Pororo lagi?? aiisssh mengapa hanya kau yang selalu dibelikan.”

Jongin dan Taemin sama-sama menyukai Pororo. Tapi entah kenapa hanya Taemin yang selalu dibelikan Pororo oleh Ibunya.


Jongin yang sudah mengerti dengan tatapan tajam Taemin dan melihat tangan Taemin yang akan mendarat dikepalanya lagi, dia segara menenggelamkan dirinya dibalik selimut.

“Geurae, aku segera tidur.” Ucapnya dibalik selimut.

Flashback End

 

“Persetan mengingat semua itu.” Tiba-tiba kalimat itu terlontar dari bibir tebal Jongin.

Lalu Jongin menyambar tasnya dan mengenakannya di punggung. Ia telah siap untuk pergi ke sekolah.

Jongin membuka pintunya. Kemudian perlahan ia menuruni anak tangga dengan santai sembari menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celana. Ia mendapati ayahnya sendirian di meja makan. Tuan Kim terlihat membaca koran sambil sesekali menyeruput kopinya.

“Ohhh, kau sudah siap? Sarapanlah bersama Appa.” Ucap Tuan Kim yang menyadari anaknya kini sudah berdiri di sampingnya.

Ne, Appa akan datang di upacara kelulusanku kan?” Tanya Jongin yang telah duduk di samping ayahnya.

“Tentu, kau pikir buat apa Appa menunggumu di sini? Appa pasti akan datang, Appa tidak akan melewatkannya.”

Sebuah senyuman lepas terukir jelas di wajah Kim Jongin. Ia sangat senang ayahnya menyempatkan waktu untuk datang di upacara kelulusannya. Tuan Kim orang yang disibukkan oleh pekerjaannya. Tidak jarang Jongin harus sarapan sendirian. Itulah yang menyebabkan Tuan Kim bercerai dengan istrinya. Mereka berdua sama-sama mempunyai kesibukan sendiri. Ibu Kim Jongin seorang dokter sedangkan ayahnya sibuk dengan perusahaan Corporation miliknya. Meskipun begitu tuan Kim selalu perhatian dengan Jongin. Itulah yang menyebabkan Jongin lebih menyayangi ayahnya dari pada ibunya.

****

@ Performing Art High School

Upacara kelulusan tampaknya sudah usai. Terlihat jelas kegembiraan pada setiap siswa. Kim Jongin yang terkenal dingin dan ketus pun kini menampakkan senyuman tipis di bibir tebalnya.

Namun sayang seorang yeoja bernama Oh Hara sepertinya justru malah bersedih. Oh Hara yeoja yang bertubuh mungil berkulit putih seperti susu, mata yang hitam, serta bibirnya yang mungil berwarna merah. Ia yeoja yang bodoh dan sangat ceroboh namun ia yeoja yang periang. Tidak seperti biasanya, untuk hari ini justru ia menampakkan wajahnya yang seperti ditekuk.

“Yaa Oh Hara, bersenang-senanglah. Ini hari terakhir kita menyandang status seorang siswa. Wajahmu yang murung semakin membuatmu jelek.” Umpat seorang yeoja bernama Park Eunri yang tak lain adalah teman dekat Oh Hara.

“Eunri tidak salah, bercerminlah wajahmu begitu menyedihkan. Kau terlihat jauh lebih menyedihkan dari pada seekor burung yang kehilangan induknya.” Sahut Baekhyun membenarkan perkataan Eunri.

“Aish kalian membuat mood-ku semakin buruk. Tapi kau benar Baekhyun-ah, aku seperti burung kehilangan induknya.”

Wae, apa yang terjadi padamu Hara? Kau semakin membuat kami bingung, tidak biasanya kau seperti ini.” Jawab Baekhyun dengan tatapan mendelisik.

“Aku merasa sedih. Upacara kelulusan, itu artinya hari ini adalah hari terakhirku melihat Kai. Aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Aku sangat menyukainya, aku tidak tau sampai kapan aku akan berhenti menyukainya.”

Kai adalah sebutan nama Kim Jongin di sekolahnya. Ia lebih dikenal temannya dengan nama Kai daripada Kim Jongin.

Mendengar perkataan Oh Hara, Baekhyun dan Eunri merasa iba kepada sahabatnya. Sejak kelas 1 SMA Hara menyukai Kai. Meskipun Kai namja yang sangat dingin, tapi itulah yang membuat Hara semakin menyukainya. Hara tidak berani menyatakan perasaannya, ia takut jika Kai marah dan justru malah membenci Hara. Selama hampir 3 tahun ia memendam perasaannya, hanya 2 orang sahabatnya yang tau.

“Kau tidak berniat menyatakan perasaanmu Oh Hara? Nyatakan saja. Jangan biarkan perasaanmu selama 2 tahun itu terbuang sia-sia.” Dengan wajah datar Eunri berkata seperti itu kepada Hara.

“Yak kau gila Park Eunri, aku tidak akan melakukannya.” Cibir Hara dengan melemparkan tatapan tajam kepada Eunri.

“Tapi kau tidak akan pernah bertemu dengan Kai lagi Hara, ini adalah kesepatan terakhirmu. Setelah dia melanjutkan sekolah di Universitas, kau tidak akan bertemu lagi dengannya. Kecuali…” Kalimat itu menggantung begitu saja tanpa diteruskan Baekhyun.

“Yak kecuali apa? “dengan cepat Hara menyahutnya.

“Kecuali kau mengambil jurusan yang sama dengan Kai, dan tentunya satu Universitas dengannya. Kau akan tetap bertemu dengannya.”

“Ide yang bagus.” Gumam Hara.

“Kalian berdua akan mengambil jurusan apa? Apakah kita juga akan tidak saling bertemu setelah kita mengambil jurusan yang berbeda?” Ujar Eunri yang membuat semuanya menjadi hening dan berfikir.

“Kau bicara apa Eunri-ah, kita akan tetap saling bertemu. Kalian berdua adalah sahabatku, bagaimana bisa aku melupakan kalian dan bisa hidup tanpa kalian.” Jawab Eunri sembari melemparkan senyuman.

“Aku akan mengambil jurusan Kedokteran. Appa dan Eomma ku sangat menginginkan itu. Kuharap salah satu dari kalian juga mengambil jurusan yang sama denganku. Dan aku tidak bisa melupakan kalian. Aku tidak bisa melupakan Hara yang sangat bodoh dan ceroboh serta Eunri yang sangat pelupa dan banyak bicara.” Baekhyun tertawa puas setelah mengejek sahabatnya.

“Aish kau bicara apa Baekhyun-ah hhaah? Kau cari mati. Bahkan kau lebih cerewet daripada aku.” Eunri mencibir Baekhyun dan bersiap memukulnya. Namun dengan sigap Baekhyun segera berlari menjauhi Eunri, dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara mereka berdua.

Hara yang melihat itu tampak tersenyuman menahan tawa. “Mereka seperti anak kecil saja.” Gumam Hara yang terdengar lirih.

****

Siang ini suasana di kantin sekolah terlihat ramai. Setelah upacara kelulusan selesai, mereka beramai-ramai mencari makan siang di kantin. Meskipun ada sebagian siswa yang hanya sekedar untuk membeli minuman dan melakukan aksi berbincangnya di kantin. Semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tiba-tiba saja mereka semua menghentikan aktivitasnya ketika melihat tiga orang namja yang sedang berjalan memasuki kantin.

Salah satu namja itu bernama Kim Jongin atau lebih dikenal dengan nama Kai. Diikuti dengan namja yang tidak jauh lebih tinggi namun berkulit putih seperti susu dan bentuk wajah yang berhuruf V. Namja yang satunya lagi berpostur lebih tinggi dari kedua namja tersebut, terlihat lebih ramah dan menyunggingkan senyuman menunjukkan gigi putihnya yang berderet rapi. Mereka bertiga adalah seorang dancer yang hebat dan terkenal di sekolahnya. Tak heran jika banyak yeoja yang mengagumi setiap gerakan tarian mereka dan ketampanan mereka. Termasuk Oh Hara yang sangat mengagumi Kai, ah ani tepatnya mencintai Kai.

“Aku mau pesan Bubble-tea, kau mau pesan apa Kai? Biar aku sekalian yang memesannya.” tanya seorang namja berkulit putih susu.

“Aku pesan Fried Chicken.” Jawab Kai

“Hey kau tidak menanyaiku Sehun-ah?” protes seorang namja dengan suara beratnya.

“Tidak akan! Setiap membayar kau selalu mengatakan uangmu tertinggal. Bahkan aku tidak yakin mengapa setiap hari uangmu selalu tertinggal. Hingga hampir setiap hari aku membayarimu.” Cibir Sehun.

Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Chanyeol mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Sehun. “ahh ii..tu…a..akuu tidak bohong. Benar aku tidak membohongimu Sehun-ah. Uangku benar-benar tertinggal.” Dengan sedikit terbata-bata Chanyeol menjawabnya, kemudian meringis garing menunjukkan deretan giginya.

“Aiish dasar, bahkan untuk makanan yang kau makan sendiri kau sangat pelit untuk mengeluarkan uang, kemampuan aktingmu sangat buruk Chanyeaol-ah. Kau berbohong dan membodohiku.” Umpat Sehun dengan tatapan mendelisiknya.

“Kalian mau pesan apa bertengkar, haah? Sudah biar aku saja yang memesannya. Kau mau pesan apa Chanyeol-ah?” sahut Kai dengan nada tinggi yang terlihat kesal.

“Aku pesan Ddukbokkie satu. Ah satu lagi, apa kau berminat untuk mentraktirku hari ini Kai?” Kai mengabaikan Chanyeol lalu berjalan menuju tempat pemesanan.

Merasa pertanyaannya diabaikan, Chanyeol terlihat kesal. Sehun tersenyum geli melihat ekspresi Chanyeol.

Di tempat yang sama di sisi lain Hara juga sedang berada di kantin dengan kedua sahabatnya. Hara yang menyadari keberadaan Kai di kantin, ia berubah sikap menjadi orang yang gugup.

“Haah Ottoke, apa aku sudah rapi? Bagaimana ini. Eunri-ah tenangkan aku.”

Tubuh Hara seolah terkunci, terdiam membeku tanpa bisa bergerak. Nafasnya pun terhenti melihat Kai yang begitu mempesona di matanya. Sejenak Hara menahan nafasnya, ia jadi lupa bagaimana caranya bernafas. Hingga akhirnya membuat jantungnya berdetak lebih cepat dan terdengar kencang. Bahkan keadaan kantin yang ramai pun tidak bisa menandingi suara detakan jantung Hara yang lebih kian bergemuruh kencang.

Pesona Kai benar-benar bisa membuat Hara menjadi gila dan semakin bodoh. Ia tau meskipun Kai tidak akan pernah bisa melihatnya, namun Hara akan selalu menaruh perasaannya terhadap Kai dengan tulus. Meskipun mencintai Kai akan membuatnya selalu terluka.

Baekhyun dan Eunri tersenyum geli melihat tingkah laku sahabatnya ini. “Pergilah ke kamar mandi, tenangkanlah dirimu di sana.”

Hara berpikir “Hmm kau benar Eunri, aku pergi dulu”

Oh Hara POV

 

Dengan langkah kecil namun cepat, aku berjalan keluar kantin menuju kamar mandi sekolah. Sesekali aku sambil menyedot minuman Bubbles-tea yang kubawa.

Buuugg

Tubuhku terpental. Tidak sengaja aku menubruk tubuh seorang namja yang berpostur lumayan tinggi. Perasaanku kian berubah menjadi tidak enak. Dasar kenapa kau menubruk orang Oh Hara, apa kau tidak melihat orang berjalan di depanmu. Rutukku dalam hati.

“Aiish, apa kau tidak punya mata haah? Berjalanlah dengan benar, Pabo! Kau pengotori bajuku, kau mau cari mati!”

Hah suara itu, aku yakin suara itu tidak asing. Aku sangat mengenal suara itu. Aku tertunduk dan tidak berani mendongakkan kepalaku. Matilah aku, kenapa aku begitu ceroboh.

TBC

Kyaaa ~  akhirnya selesai juga chapter 1 *ngelap keringet*. Mianhae di sini marganya Taemin author ubah menjadi Kim. Aahaa author ngucapin terimakasih banyak, para readers yang sudah menyempatkan untuk membacanya. Mian juga ceritanya membosankan dan tidak sesuai yang readers harapkan *maklum author baru*. Ah ya terimakasih buat teman author Devi dan Humaira yang membuatkan judul ff nya :D. Jangan lupa komentarnya ya

Dipublikasi di Fan Fiction, K-DID | Tag , , | Tinggalkan komentar

[K-drama Quotes] The Princess Man


The Princess Man

The Princess Man

“Bagaimana bisa seorang pria memahami apa yang dirasakan seorang wanita?”

“Merenungi apa yang terjadi di masa lalu bukanlah cara berpikir pria sejati.”

“Kau dan aku ditakdirkan bersama. Tidak peduli dimana akhirnya, kita harus bersama.”

“Tidak peduli seberapa jauh kita, hatiku selamanya akan bersamamu.”

“Bahkan jika orang itu tidak di sisiku, itu bukan berati kita tidak bersama.”

“Dalam hidup ini, kita adalah Satu.”

“Mulai sekarang kita adalah suami dan istri. Tidak peduli seberapa jauh kita terpisah, kita akan menjadi seperti bayangan masing-masing.”

“Seorang anak tidak akan pernah memahami isi hati orang tua.”

“Aku mengerti sekarang bahwa air mata hanyalah sebuah kemewahan yang bisa ditumpahkan ketika ingin mengurangi beban pikiran.”

“Jangan menjadi saingan yang membunuh satu sama lain, tetapi menjadi teman yang menyelamatkan satu sama lain.”

“Musuh yang tak terlihat adalah yang paling menakutkan.”

“Aku selalu ingin menjadi bayangannya, dan dia pun bisa menjadi milikku, begitulah aku ingin hidup.”

“Tidak apa-apa jika aku tidak bisa melihatnya lagi, aku hanya berharap dia bisa hidup.”

“Ketika ada seorang gadis yang aku sukai dan sangat berarti, bagaimana aku akan menghabiskan seluruh hidupku dengan wanita lain.”

“Aku tidak ingin terus membohongi diriku sendiri. Aku tidak ingin memaksa diriku sendiri untuk terus mengabaikanmu. Mulai sekarang, aku tidak akan menyingkirkanmu lagi.”

“Karena aku tak bisa menghentikan diriku sendiri. Makanya aku datang. Bahkan jika kau menyuruhku pergi, aku tidak akan pernah pergi lagi.”

“Berapa lama lagi aku harus menunggu sampai kau berpaling dan melihatku? Melihat punggungmu saat kau berjalan pergi, itu sangat melukaiku.”

“Jika salah saat ini, bagaimana bisa menjadi benar di masa mendatang?”

“Sebagai kepala dari keluarga ini, jika aku tidak bisa memenangkan hati anakku, bagaimana aku bisa menjadi ayah yang baik?”

“Hanya orang rendahan yang memancing musuh dengan menyandera wanita yang dicintainya.”

“Jika dengan mengambil nyawaku rasa sakitmu bisa disembuhkan, aku bersedia mati ribuan bahkan jutaan kali.”

“Orang yang tidak seharusnya ada dalam hatimu, harus segera dilupakan.”

“Jika tanpa ragu kita bisa berjanji untuk bersama sampai kematian memisahkan kita, itulah cinta.”

“Kalau seseorang hanya setia mencintai satu orang, sulit untuk tidak menyakiti orang lain.”

“Orang yang selalu ada di sisiku, aku takut kalau ia tidak akan kembali. Orang yang mengerti diriku lebih dari aku sendiri. Aku takut kalau aku tidak akan melihatnya lagi.”

“Ada saatnya dimana kita tidak bisa mempercayai siapapun, tidak peduli siapa orangnya.”

“Semua pikiran melelahkan itu, semua pikiran menyedihkan, dan semua kesedihan, hapus semuanya. Maka kau akan bisa tidur nyenyak.”

=============
shared by admin CA
posted by admin DN
PLEASE TAKE OUT WITH FULL CREDIT
Dipublikasi di K-DID, Quotes | Tag , | Tinggalkan komentar