[FF] Jerapah, Panda, dan Sukira


@We_LoveKDrama

@We_LoveKDrama

Nama: Arintya PF

Nickname: Arintya

Akun Twitter: @arintyawidd

Title FF: Jerapah, Panda, dan Sukira

Genre: Sad, Romance

Main Casts:

  • Kim Ryeowook as Ryeowook
  • Kim Taeyeon as Lee Jee In

Supporting casts: Lee Sungmin and Cho Kyuhyun

Length: Oneshot

——————————————————————————————————————————————-

***

Wook : “Nah, sekarang kita menginjak pada lagu yang terakhir untuk malam ini. Terima kasih untuk kalian semua yang telah menemani kami selama dua jam ini.”

Ming : “Ne. Dan lagu yang terakhir untuk malam hari ini adalah Super Junior KRY Just You. Enjoy it and good night everyone. Have a nice dream^^”

Wook : “Good night everyone” *kiss bye*

Itulah keseharianku di KTR (Kiss the Radio) untuk malam ini bersama Sungmin. Hari ini sangat lelah sekali. Bagaimana tidak, hari ini aku hanya sempat tidur dua jam saja. Tapi semua itu sekejap sirna setelah melihat Jee In si Jerapah kesayanganku yang bekerja di Sukira KBS Cool.

Dengan cekatan setelah siaran radio usai si Jerapah tergopoh-gopoh masuk dan menawari kami secangkir coklat panas. Malam ini memang sangat dingin, semua yg ada disini bahkan menutupi diri mereka dengan jaket tebal berbulu.

Lee Je In atau yang lebih sering kupanggil Jerapah adalah murid kelas 3 SMU yang tahun ini baru saja lulus. Ia bekerja sebagai asisten kami saat berada di Sukira. Ia adalah seorang gadis yang hebat. Bagaiamana tidak? Sepulang sekolah ia langsung menuju studio Sukira, membersihkan meja, mengurus konsumsi para kru dan pulang saat semua kru telah pulang. Ia telah bekerja bersama kami saat ia duduk dibangku kelas 2 SMU. Gadis manis yang mempunyai nasib tak semanis parasnya. Ia sejak duduk dibangku kelas 2SMU menjadi tulang punggung keluarga. Appa-nya telah lama meninggal dan Eomma-nya yang hanya pembuat kue beras.

[Flash Back]

Aku mengenal Jerapah sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu aku berangkat sedikit awal ke Sukira sendirian. Aku berjalan menuju ruang siaran radio. Disana terlihat seorang gadis yang masih mengenakan seragam SMU sedang mengelap meja dan menyapu lantai. Kupikir itu adalah seorang fans. Tapi tidak mungkin fans boleh masuk ruang siaran sedangkan siaran saja belum dimulai. Karena penasaran aku berjalan mendekatinya.

Dia sangat kaget saat melihatku berjalan masuk.

“Oo- annyeonghaseyo,”sapanya ramah.

“Annyeong.”jawabku singkat.

Gadis itu melanjutkan pekerjaannya dan sesekali mencuri pandang kearahku. Setelah selesai mengelap meja dan menyapu gadis itu menawariku secangkir kopi. Aku hanya mengangguk saja dan meletakkan secangkir kopi itu dimeja hingga akhir siaran. Akhirnya Manager kami memperkenalkan dia sebagai asisten kami selama berada di Sukira.

“Annyeonghaseyo, naneun Lee Je In imnida. Apabila kalian membutuhkan sesuatu selama siaran disini, silahkan memintanya padaku.”ucapnya penuh semangat.

Awalnya aku bersikap dingin dengannya. Hanya Sungmin yang sesekali meminta bantuannya untuk mengupas buah dan membeli camilan. Dan akhirnya aku luluh juga saat mendengar cerita kehidupannya dari manager kami.

Jerapah terpaksa bekerja sepulang sekolah hingga larut malam hanya untuk membiayai sekolahnya. Ayahnya telah lama meninggal dan ibunya hanya seorang pembuat kue beras. Sementara itu Jerapah juga mempunyai seorang adik laki-laki yang masih SD. Tak jarang disela-sela break siaran Sukira aku mengamati Jerapah tengah membaca buku pelajaran dipojok ruangan.

Pernah suatu kali kulihat kedua matanya basah dan sembab. Saat kutanya padanya apa yang sebenarnya terjadi ia tidak mau berbagi denganku. Tapi setelah aku bujuk, akhirnya ia mau sedikit menceritakan masalahnya.

“Jerapah-ssi, ayolah. Siapa tau aku bisa membantumu,” bujukku padanya.

“Anyo. Aku baik-baik saja, Sunbae,”kata Jerapah dengan senyum mengembang diwajahnya. Aku tahu, dibalik senyum manisnya itu tersimpan sebuah kejanggalan.

“Kita seperti sepasang sepatu. Aku tahu kalau kita berbeda. Kau adalah anggota Boyband terkenal dan aku hanyalah pekerja paruh waktu. Walaupun berbeda kita bisa saling melengkapi satu sama lain. Kau ingat? Itu nasehatmu tempo hari padaku,” ucapku lembut padanya.

Dan akhirnya ia mau sedikit berbagi.

“Sunbae, aku mengalami kesulitan belajar Aritmatika. Tadi siang aku sempat ketiduran dikelas karena semalam aku pulang dari KBS pukul 2 pagi. Akhirnya aku dihukum untuk membersihkan toilet dan harus menyelesaikan soal-soal aritmatika ini. Dan besok aku harus menyerahkannya ke Pak Guru,”kata Jerapah dengan terbata.

Aku menghela nafas. Jujur, aku memang payah dalam hal Aritmatika. Semasa SMU aku hanya mendapat nilai C untuk mata pelajaran itu. Seketika aku mengingat Kyuhyun. Dia adalah Raja-nya matematika diantara kami para anggota Super Junior.

“Tenanglah. Aku akan membantumu” jawabku sambil mengusap lembut kepala Jerapah.

“Tapi Sunbaenim?. Aku tidak mau merepotkanmu. Sungguh.”kata Jerapah padaku.

“Merepotkan apanya? Justru dengan melihatmu gusar dengan mata sembab seperti ini yang membuat hatiku repot. Sudahlah mana tugasnya? Ini, ya?”aku mengambil dua lembar soal dari tangan Jerapah.

“Sunbaenim, gunakanlah waktumu untuk istirahat saja. Aku tahu jadwalmu padat.”Jerapah merengek ingin mengambil lembaran soal itu.

Dengan sigap, segera aku menelpon Kyuhyun.

Tuttt….tuttt…

“Waeyo, Ryeowook-ah?”lagi-lagi dia berbicara informal padaku.

“Kyuhyun-ah, kau sedang apa sekarang?”tanyaku pelan dan hati-hati.

“Aku ada pengambilan gambar di Jinan. Waeyo? Apa yang kau mau dariku, hyung?”Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Bantu aku untuk menyelesaikan soal Aritmatika Dongsaeng-ku. Aku akan mengirim soalnya ke cyworld-mu,”kataku manis padanya.

“Ah, baiklah.”

Klik. Sambungan telepon diputus.

“Lihat, mudahkan?”

“Panda-sunbae, jeongmal khamsahamnida.”kata Jerapah senang dan hampir menangis.

 [Flashback end]

“Jerapah, tolong buatkan aku secangkir coklat panas lagi. Perutku mulai lapar,”pintaku.

“Ne, Panda Sunbae. Perlu kubuatkan ramen?”tanyanya penuh semngat padahal jam sudah menunjukkan hampir tengah malam.

“Tidak perlu. Cukup secangkir coklat panas.”kataku seraya tersenyum padanya.

“Ne, Panda Sunbae.” Jerapah langsung saja berjalan cepat menuju pantry.

Jerapah dan Panda adalah nama panggilan untuk masing-masing dari kami. Mengapa Jee In kupanggil jerapah??? Karena tubuhnya yang lebih tinggi dariku 4cm. Saat duduk pun, Jerapah terlihat lebih tinggi dariku. Saat aku stress dengan masalah tinggi badanku, Jerapah-lah satu-satunya orang yang peduli.

“Sunbaenim, tetaplah jadi dirimu sendiri. Aku yakin menjadi diri sendiri adalah solusi terbaik dari masalahmu itu. Tuhan memang adil, dia memberimu suara yang begitu merdu namun untuk mengimbangi itu Tuhan juga memberimu anugrah melalui tinggi badanmu itu”

Luar biasa, bagaimana mungkin seorang siswi SMU seperti dia memberikan nasehat untukku yang seorang anggota Super Junior?? Dan lagi saat netizen berkomentar tentang selisih tinggi badanku dengan Siwon yang 10cm itu, Jerapah-lah yang memberiku semangat melaui secangkir coklat panas.

Panda. Ya, itu adalah panggilan Jerapah untukku. Suatu hari saat aku baru saja menyelesaikan Super Showku di Thailand langsung tanpa istirahat aku dan Sungmin siaran Sukira. Saat itu selama 2 hari berturut-turut aku belum tidur sama sekali. Alhasil mata Sungmin merah dan kelopak mataku menjadi hitam seperti mata panda. Kontan saja saat Jerapah melihatnya dia langsung memanggilku Panda. Dan itu masih berlangsung sampai detik ini.

Waktu sudah menunjukkan tengah malam dan Jerapah belum juga datang dengan coklat panas pesananku. Karena tak sabar, akupun menyusulnya ke pantry. Betapa kagetnya aku saat melihatnya terkulai pingsan di Pantry. Pecahan gelas dan nampan kaca berserakan disekitar tubuhnya. Dalam hidungnya juga mengeluarkan darah segar.

“Ya, Jerapah-ssi?? Gwenchana?? Jerapah-ssi???” kataku kalut sambil menepuk pipinya.

Tidak ada respon. Segera aku menggendongnya dan setengah berlari hendak keluar studio KBS. Sungmin yang berada disekitar loby langsung membantu menggendong Jerapah yang lumayan berat.

“Ryewook-ah?? Kenapa Je In???”Sungmin juga kalang abut saat melihatku menggendong Jerapah.

“Mollayo, hyung. Dia pingsan saat aku menyusulnya ke Pantry. Ayo segera kita bawa ke klinik, hyung.”kataku khawatir karena darah segar yang terus mengalir dari hidung Jerapah.

[Klinik]

Suasana klinik sepi. Hanya ada aku dan manager Sukira. Sungmin pamit sejam yang lalu hendak pulang ke dorm.

Tiba-tiba dokter memanggilku kedalam ruang perawatan.

Disana Jerapah terlihat sangat pucat dengan selang oksigen dihidungnya. Bercak darah masih terlihat jelas dilengan kemeja putihnya.

“Nona Lee apakah tuan ini anggota keluarga anda?”Tanya dokter klinik itu.

“Ne.”jawabnya lemah.

Aku terdiam terpaku.

“Nona Lee menderita penyakit anemia akut stadium akhir. Untuk saat ini dia harus menginap dulu disini guna pemeriksaan lebih lanjut.”

Setelah menjelaskan apa yang sebenarnya dialami Jerapah, aku sangat terkejut. Anemia akut stadium lanjut? Bagaimana mungkin gadis ini menutupi penyakitnya selama bertahun-tahun dan tetap bekerja hingga larut malam???

“Sun-sunbaenim, mianeyo. Jeongmal mianhae.”kata Jerapah lemah.

“Jerapah-ssi, gwenchana??”

“Jangan beri tahu manager tentang ini. Aku masih ingin bekerja, Sunbae.”

“Tapi Jerapah-ssi?? Penyakitmu akan semakin parah kalau kau tetap bekerja sampai larut malam?”protesku padanya.

“Sunbaenim, tolong sekali ini saja,” kata Jerapah sembari mengenggam jemari tanganku.

Lagi-lagi aku hanya diam dan menatap wajah pucat Jerapah.

Setelah diperbolehkan pulang setelah beberapa hari diopname, Jerapah diberi cuti selama beberapa minggu untuk memulihkan kesehatannya. Aku sama sekali tidak diperbolehkan untuk menjenguknya oleh manager Suju. Dan aku hanya bisa memantau kesehatannya dari staff KBS karena Jerapah tidak punya telepon genggam.

Kesehatan jerapah entah bagaimana karena aku sibuk dengan Super Show. Dan kabar terakhir sebelum aku berangkat ke Indonesia untuk konser, salah satu staff Sukira mengabarkan bahwa Jerapah telah masuk kerja kembali. Sungguh ini berita paling bahagia yang pernah aku dengar. Dan melalui staff Sukira itu aku mengirimkan sebuah boneka Panda untuknya. Aku harap dengan boneka Panda ini dia akan sehat seperti sedia kala.

Namun, saat Super Show di Jakarta aku mendengar ada seorang staff Sukira yang harus masuk ICU karena penyakit anemia akut.

Deggg….

Dunia seakan berhenti berputar. Sulit rasanya untuk tersenyum dihadapan para elf malam ini. Apalagi saat harus menyanyikan lagu “Walkin’” yang menjadi lagu favorit Jerapah.

Bahkan saat Press Conference SS4INA wajahku sulit sekali utk tersenyum. Sengaja aku duduk dibelakang Siwon hyung agar wajah sedihku tidak terlalu di ekspose.

Kepada Sungminlah aku bercerita tentang Jerapah. Hyung-ku yang satu ini memang satu-satunya orang yang tau dan paham tentang kedekatanku dengan Jerapah.

“Ryeowook-ah, tetaplah tersyum untuknya. Aku yakin dia akan marah padamu kalau kau tidak tersenyum untuk ELF”kata Sungmin padaku.

Karena tak tahan, aku meminta salah satu Staff Sukira yang cukup dekat dengannya untuk membeikan Jerapah ponsel. Agar aku bisa tetap berkomunikasi dengannya.

Saat SS4INA berakhir, dibelakang panggung betapa bahagianya aku saat Jerapah pertama kali membalas pesanku.

Annyeong Panda Sunbae^^

Fighting!!! Aku akan sgr sembuh

Slmt bertemu di Sukira^^*

-jerapah-

Senang sekali rasanya. Saking senangnya aku lupa untuk membalas pesan Jerapah. Dan keesokan paginya saat kami bermain “gunting-batu-kertas” untuk memutuskan siapa yang akan pulang mengenakan pakaina Marylin Monroe, sebuah berita mengejutkan sampai ditelingaku.

Jerapahku tidur. Tidur dengan amat nyenyak. Dan mungkin tidak akan pernah bangun lagi. Segera aku berlari menuju kamar mandi dan menangis disana. Babo!!! Pikirku. Aku belum sempat menjenguknya selama ia koma, bahkan aku belum sempat membalas pesan terakhirnya.

Sungmin menyusulku ke kamar mandi. Air mataku pun tumpah lagi saat menceritakan padanya apa yang sesungguhnya terjadi. Sungmin Hyung memelukku dengan erat.

[Incheon International Airport]

Aku mengenakan kacamata hitam saat touchdown di Incheon. Aku pura-pura tersenyum dan tertawa saat Eun Hyuk keluar pesawat mengenakan pakaian Marylin Monroe. Aku pura-pura tertawa terbahak-bahak dan ikut memotret Eun Hyuk Hyung.

Saat pulang ke dorm aku tak punya semangat sama sekali. Bahkan saat melihat Cacao yang lucu didepan pintu kamarku dan Ddangkoma yang berjalan perlahan kearahku, aku berlalu begitu saja, lalu menghempaskan tubuhku ke kasur.

Saat aku mulai bernostalgia tentang Jerapah seorang diri, Yesung Hyung membawakan kardus lucu bergambar jerapah.

“Ini kutemukah didepan pintu tadi. Kupikir ini milikmu”kata Hyung.

Betapa kagetnya aku saat membuka kardus itu. Didalamnya ada sebuah boneka Jerapah Lucu. Lee Je In!!!! Teriakku dalam hari. Dan dikardus itu terselip sepucuk surat.

Annyeong Panda Sunbae^^

Ini aku Jerapah mu dan aku sudah kembali bekerja di Sukira.

Kpn kau akan slesai dgn Super Show mu? Aku sudah tdk sabar membuatkanmu coklat panas.

Oh ya, nomu gomapta atas boneka Pandamu.

-jerapahnya Panda Sunbae-

Lee Je In^^

Segera kusambar kunci mobil. Dengan boneka Jerapah yang masih kugenggam erat, aku menuju basement. Aku ingin pergi ketempat penyimpanan abu Jerapah untuk mengucapkan selamat tinggal.

Sesampainya disana aku tak sedikitpun mengeluarkan air mata saat melihat guci kecil bertuliskan “Lee Je In” berada tepat dihadapanku. Disebelah guci abu Jerapah terdapat foto Jerapah yang tengah memeluk erat boneka Panda pemberianku saat dirumah sakit.

“Jerapah-ssi? Lihat, kita bertemu lagi, kan? Aku membawa boneka jerapah pemberianmu. Tapi maaf, kita hanya bisa bertemu disini, tidak lagi di Sukira. Jerapah-ssi, kau begitu jahat padaku. Kenapa kau pergi secepat ini? Saat aku telah merasa begitu nyaman berada didekatmu. Lalu, siapa yang akan membuatkan aku coklat panas saat siaran? Siapa yang akan mengupas buah untuk Sungmin-hyung di Sukira? Siapa yang akan memanggilku Panda? Siapa yang akan menjadi Jerapah kecilku? Ehm…kalau Sungmin-hyung punya Sunny, Yesung-hyung menyukai Geum Yoong, dan dengan tegas aku menjawab, aku mempunyai kau. Kau satu-satunya Jerapah kecilku. Iya, kan?”kataku tegar.

Kali ini aku tersenyum memandangi boneka Jerapah yang masih kugenggam erat.

“Jerapah-ssi, aku akan selalu membawa ini saat aku ke Sukira. Nomu choahe Jerapah-ssi, saranghaeyo”gumamku sambil memeluk boneka Jerapah tersebut.

Dan Sampai detik ini boneka jerapah itu masih bertengger manis dimeja Studio Sukira. Bahkan Sungmin dan aku sempat mengambil beberapa gambar dengan boneka Jerapah itu. Jerapah ku yang manis selalu membuatku semangat dengan secangkir coklat panasnya. Dan aku berjanji akan selalu semangat untuk mengahadapi dunia bersama Jerapah kecil dihatiku, boneka Jerapah ini, dan Super Junior, membawa semangat untuk para ELF!

@We_LoveKDrama

@We_LoveKDrama

THE END

——————————————————————————————————————————————-

Berikan penilaian kalian tentang FF ini di kolom komentar. Don’t be silent reader ya ^^

Pos ini dipublikasikan di Fan Fiction, K-DID dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke [FF] Jerapah, Panda, dan Sukira

  1. Arintya Widodo berkata:

    *deep bow* to mimin
    kekekek~~^^

Don't be silent reader, tulis komentarmu di sini ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s