[FF] Super Appa


@We_LoveKDrama

@We_LoveKDrama

Nama: Arintya PF

Nickname: Arintya

Akun Twitter: @arintyawidd

Title FF: Super Appa

Genre: Happy Family

Main Casts: Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Bae Suzy

Supporting casts: Another Super Junior Member

Length: Oneshot

——————————————————————————————————————————————-

@We_LoveKDrama
@We_LoveKDrama


(ini adalah notes para Super Appa yang ditempel dikulkas Dorm)

***

“Apakah ini rumah Tuan Eun Hyuk?” tanya petugas pengiriman barang.
“Anneyo. Maaf, sepertinya anda salah orang,” jawab seorang wanita muda dari balik pintu.
“Adakah anggota keluarga Anda yang berasal dari Mokpo? Paket ini berasal dari Mokpo, Nyonya,” petugas itu tampak ragu.
“Mokpo? Sepertinya Donghae berasal dari Mokpo. Tapi namanya Lee Dong Hae, bukan Eun Hyuk?” wanita muda itu juga menjawab dengan ragu.
“Baiklah kalau begitu, maaf sudah mengganggu,”petugas pengiriman barang itu permisi pulang.

Ceklekk…
Pintu ditutup.

“Yeobo, siapa yang datang?” tanya Hyukjae yang tengah menggendong Eun Hae.
“Oh, dari petugas pengiriman barang. Tapi sepertinya dia salah alamat, yeobo-ah,”Hye Byung  berlalu pergi kedapur.
“Memangnya atas nama siapa?” Eun Hyuk mendudukkan Eun Hae disofa.
“Eun Hyuk. Katanya dari Mokpo. Tapi disini kan, tidak ada yang namanya Eun Hyuk dan berasal dari Mokpo? Yang ada malah Donghae,” ucap Hye Mi tanpa dosa.
“Mwo? Itu kan aku, Yeobo?” Eun Hyuk mulai panik.
“Yeobo-ah, namamu kan Lee Hyuk Jae bukan Eun Hyuk. Kau pikir aku bodoh apa?” Hye Byung  sedikit kesal sambil menggendong Eun Hae dari sofa.
“Apa kau dulu tidak tahu Super Junior, Yeobo? Eun Hyuk itu adalah nama panggungku,” Hyuk Jae memakai jaketnya dengan segera lalu segera berlari mengejar petugas pengiriman barang.

***

Lee Hyuk Jae atau yang dulu lebih kita kenal sebagai Eun Hyuk, si Lead Dancer di Super Junior, sekarang telah menikah dan memiliki seorang anak perempuan yang lucu. Hyuk Jae menikah dengan wanita pilihan orang tuanya bernama Song Hye Byung yang berusia delapan tahun tahun lebih muda. Saat ini usia Hyuk Jae sudah 35 tahun. Dan sekarang ia bekerja sebagai seorang koreografer untuk SM Ent semenjak ia pensiun dari Super Junior dua tahun yang lalu.

Lee Eun Hae adalah gadis kecil nan menggemaskan buah karya Hyuk Jae dan Hye Byung. Tahun ini Eun Hae genap berusia satu tahun. Eun Hae sangat disayang oleh Appa dan Eommanya. Ia juga menjadi primadona bagi anggota Super Junior lainnya karena ia merupakan Little Angel yang pertama dikeluarga Super Junior.
Keluarga kecil Hyuk Jae tinggak didaerah Daehak-dong, Seoul. Rumah mereka terletak didekat Seoul National University karena Hye Byung adalah seorang mahasiswi semester akhir disana. Selain Hyuk Jae, Hye Byung, dan Eun Hae, mereka juga tinggal bersama Lee Dong Hae. Salah satu anggota Super Junior itu tinggal bersama Hyuk Jae untuk membantu keluarga kecil itu merawat Eun Hae dan Choco. Donghae juga bekerja sebagai koreografer di SM Ent. Semenjak pensiun dari Super Junior, mereka memilih pekerjaan masing-masing.

Kyuhyun membuka game center didaerah Gangnam. Ia cukup sukses dengan bisnisnya itu dan berencana akan membuka enam cabang lainnya diseluruh Seoul. Sungmin menjadi CEO dari perusahaan Sendbill milik keluarganya. Yesung tetap setia dengan Hendel&Gretelnya. Ia telah membuka cabang hingga ke Jepang dan Thailand. Siwon juga menjadi seorang CEO dari Hyundai Departement Store. Semenjak Siwon menjadi CEO, Hyundai Departement Store mampu mengalahkan COEX Mall dan menjadi pusat perbelanjaan nomer satu diseluruh Korea. Ryeowook membuka restoran Pasta dan menjadi Head Chef disana. Sedangkan Leeteuk masih kerepotan dengan Kona Beans-nya yang sebentar lagi akan membuka cabang di Indonesia dan Australia. Sementara Shindong mengikuti jejak Eun Hyuk dan Donghae, sebagai koreografer di SM Entertaiment. Mereka masih tinggal dalam satu dorm sama seperti saat mereka masih aktif menjadi anggota Super Junior.

***

“Yeobo-ah, mianhae. Jeongmal mianhae,” Hye Byung meminta maaf pada suaminya yang tengah berkutat dengan laptop.
“Waeyo, chagi-ah? Maaf untuk apa?” Hyuk Jae sama sekali tidak menatap mata istrinya dan masih menatap layar laptop.
“Maaf untuk yang tadi siang,” Hye Byung berjalan mendekati Hyuk Jae lalu memeluknya dari belakang.
“Ah, gwenchana chagi-ah.” Hyuk Jae lagi-lagi masih menatap layar laptop.
“Yeobo-ah, minggu depan aku akan ke Jepang.” ucap Hye Byung yang masih memeluk Hyuk Jae.
“Mwo?” Hyuk Jae kaget. Ia melepaskan pelukan Hye Byung.
“Apa kau bilang? Jepang? Hya, ada kepentingan apa kau disana?” kali ini Hyuk Jae menatap mata istrinya itu.
“Hya, apa kau tidak ingat? Bulan lalu aku telah memberi tahumu tentang ini. Dan kau pun juga setuju,” Hye Byung mulai ngambek.
“Chagi-ah, mianhae. Akhir-akhir ini banyak yang harus kukerjakan,”Hyuk Jae memeluk istrinya itu dengan hangat. Sepertinya ia benar-benar lupa tentang rencana kepergian istrinya ke Jepang.
“Aku akan melakukan study tour ke Tokyo National University selama satu minggu disana. Sekaligus aku akan mencari beberapa data yang akan kugunakan untuk skripsiku,” jelas Hye Byung.
“Lalu bagaimana dengan Eun Hae? Dia akan merepotkanmu disana?”Hyuk Jae mulai khawatir.
“Hya, apa kau benar-benar lupa? Kau dulu pernah berjanji padaku untuk menjaga Eun Hae selama aku pergi ke Jepang.”
“Benarkah?” Hyuk Jae mencoba untuk mengingatnya kembali. Namun, tetap saja ia lupa.
“Yeobo-ah, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?” Hye Byung mulai merayu suaminya.
“Baiklah, sebutkan saja chagi-ah.” Hyuk Jae kembali berkutat dengan laptopnya.
“Kau tahu kan aku belum bekerja,”
“Ah, baiklah. Aku mengerti maksudmu, tapi ada satu syarat,” Hyuk Jae berkata.
“Apa itu?” mata Hye Byung berbinar karena Hyuk Jae akan memberinya uang saku untuk pergi ke Jepang.
“Kau harus membawa Eun Hae bersamamu. Chagi-ah, aku sangat sibuk saat ini. Aku bahkan hanya bisa tidur dua jam sehari.” keluh Hyuk Jae. Jiwa pelitnya perlahan-lahan keluar.
“Eobso. Lupakan saja,” Hye Byung ngambek lalu menenggelamkan diri dibalik selimut.
“Chagi-ah, apa kau tidak kasian padaku? Eun Hae siapa yang akan menjaga selama kau pergi? Aku harus melatih gerakan baru anak-anak yang bulan depan debut,” Hyuk Jae mendekati istrinya itu.
“Kau kan punya banyak teman. Suruh saja mereka menginap disini untuk menjaga Eun Hae.”
Hyuk Jae menarik nafas panjang. Ia mengalah.

***

“Eun Hae-ah, aigoo kau lucu sekali.” ucap Donghae pada Eun Hae yang berada dipangkuannya. Eun Hae sibuk meminum susunya.
“Kau harus cepat besar ya. Tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang jago menari seperti Appa Donghae.,” Donghae merebahkan Eun Hae di box bayinya.
“Oeekkkk…” Eun Hae menangis keras.
Dengan sigap Donghae segera menggendong Eun Hae.
“Eun Hae-ah, jangan menangis ya. Appa Donghae ada disini. Ayo habiskan susunya,” Donghae mencoba meminumkan kembali susu botol itu. Tetapi Eun Hae tidak mau membuka mulutnya dan menangis semakin kencang.
“Cup…cup…cup…,” Donghae membawa Eun Hae keluar kamar. Mungkin Eun Hae butuh udara segar, pikirnya.
Saat berjalan melalui dapur, Donghae melihat Hyuk Jae tengah minum sesuatu sendirian dikegelapan. Donghae-pun menghidupkan lampu lalu menghampiri Hyuk Jae.
“Hyuk-ah, waeyo?” tanya Donghae  dengan Eun Hae masih didalam gendongannya.
“Minggu depan Hye Byung akan pergi ke Jepang.” Hyuk Jae menenggak susu pisangnya.
“Lalu?”
“Bagaimana dengan Eun Hae? Bulan ini aku sangat sibuk dengan persiapan debut anak-anak,”Hyuk Jae mengambil Eun Hae dari gendongan Donghae. Ia menina-bobokannya dipangkuannya.
“Tenang saja, Eun Hae kan punya banyak Appa,” jawab Donghae.
“Eun Hae-ah, Appa menyayangimu,” Hyuk Jae mencium kening anaknya itu.

***

“Haruskah Donghae juga ikut mengantarkanku kebandara?” Hye Byung sedikit kesal dengan suaminya yang mengajak serta Donghae untuk mengantarnya ke Bandara.
“Chagi-ah, aku tidak bisa menyetir sambil menggendong Eun Hae, kan? Benarkan Eun Hae?” Hyuk Jae berkata dengan Eun Hae digendongannya. Donghae yang duduk disamping Hyuk Jae maah asyik bercanda dengan Eun Hae.
Hye Byung melihat jam tangannya sebentar lalu berdiri.
“Eun Hae-ah, Eomma pergi dulu ya? Eomma mencintaimu,” Hye Byung mencium kening anaknya itu dengan lembut.
“Aku tidak dapat?” Hyuk Jae sepertinya iri dengan Eun Hae.
“Arrasseo,” Hye Byung mencium pipi suaminya itu.
“Eomma pergi dulu,” Hye Byung melambaikan tangannya.
“Hati-hati, Hye Byung-ssi,” Donghae juga melambaikan tangannya kepada Hye Byung namun, Hye Byung sudah hilang dari pandangan.

***

“Eun Hae-ah, sini-sini ikut Appa.” Sungmin menyambut kedatangan Eun Hae dengan penuh semangat. Ia mengambil Eun Hae dari gendongan Donghae.
“Eun Hae-ah, cini-cini ikut Appa Yesung,” Yesung kembali menggendong Eun Hae. Tampaknya Eun Hae sudah biasa dengan para Appanya.
“Hye Byung sedang pergi ke Jepang selama satu minggu. Bisakah kalian menjaga Eun Hae dirumah? Aku akan sibuk akhir-akhir ini untuk persiapan debut anak-anak,” Hyuk Jae buka suara.
“Per jam nya 1000won,” celetuk Kyu yang baru saja keluar kamar.
“Aigoo, tidak usah dengarkan dia, hyung. Dengan senang hati kami akan menjaga malaikat kecilmu,” kata Ryeowook dari dapur.
“Siwon mana? Dia sudah berangkat kerja?” tanya Hyuk Jae.
“Dia sedang pelayanan masyarakat di Gereja,”

***

“Baiklah, sekarang kau dan Donghae yang menjaga Eun Hae,” kata Hyuk Jae saat mereka tiba dirumahnya.
“Tapi nanti aku ada rapat dengan pemegang saham,” ucap Sungmin yang sudah berdandan rapi memakai setelan jas dan sepatu formal.
“Aku kan juga harus mengajar koreo untuk anak-anak trainee, Hyuk?” Donghae tak mau kalah.
“Baiklah, demi Eun Hae kecilku ini aku rela melakukan apapun.” Sungmin akhirnya mengalah.

***

Sungmin berjalan memasuki kantornya dengan Eun Hae digendongannya. Tangan kirinya membawa tas perlengkapan Eun Hae dan tangan kirinya membawa berkas-berkas untuk pertemuan para pemegang saham. Semua karyawan terpaku melihatnya.

“Wah, Tuan Lee tampak begitu menawan dengan Eun Hae digendongannya,” ucap salah seorang receptionist.
“Benar. Tuan Lee memang sosok lelaki idaman,” timpal salah seorang receptionist lainnya.
Semua peserta rapat terkejut melihat kedatangan Sungmin dengan Eun Hae digendongannya.
“Mari kita mulai rapatnya,” buka Sungmin pada rapatnya.
“Tapi, apakah itu tidak menganggu?” tanya salah seorang pemegang saham sambil menunjuk Eun Hae yang asyik bermain dipangkuan Sungmin.
“Berapa sahammu diperusahaan ini, Tuan?” Sungmin balas bertanya.
“Sekitar 5%,”
“Bahkan sahammu saja jauh lebih rendah dengan saham anak ini. Sahamku sekitar 68% dan semua sahamku adalah saham anak ini juga,” Sungmin berkata sambil tersenyum. Tuan pemegang saham yang tadi bertanya itupun langsung terdiam dan tidak berani berkomentar lagi.

***

“Baiklah, Eun Hae-ah. Malam ini kau bersama Appa Kyu. Appa Mokpo sepertinya akan menginap distudio lagi,” ucap Kyu pada Eun Hae yang tengah minum susu.
Eun Hae hanya melihat Kyu yang asyik main starcaft disampingnya. Sesekali Kyu juga berteriak kesal karena ia kalah main.
“Aisssh, Eun Hae-ah. Appa kalah lagi. Baiklah Eun Hae-ah, Appa akan memenangkannya untukmu,” Kyu berbicara pada Eun Hae yang sudah tidur sejak sejam yang lalu.
Tiba-tiba Teuk datang dan mengomeli Kyu yang membiarkan Eun Hae tidur tanpa selimut.
“Aigoo, anak ini. Kalau Eun Hae sakit bagaimana? Kau harus memakaikannya selimut waktu tidur,” Teuk menggendong Eun Hae. Namun Eun Hae terbangun dari tidurnya dan menangis keras.
“Nah, nah, nah! Ahjussi kau membuat Eun Hae bangun, kan? Issh..” gantian Kyu yang mengomeli Teuk karena membangunkan Eun Hae. Kyu menina-bobokkan Eun Hae dipangkuannya sambil bermain starcraft.
“Lihat, dia tidur pulas, kan? Dia adalah anakku yang manis, makanya dia hanya mau berada didekatku,” ucap Kyu bangga.
“Ini pakaikan pada Eun Hae,” Teuk menyodorkan selimut Kyu yang bergambar Keroro.
Mereka bertiga tidur didepan TV depan pulas. Eun Hae tidur dibox bayinya yang dibawa keluar kamar, Teuk tidur dengan nyenyak disofa sedangkan Kyu tertidur pulas dikarpet dengan tangan yang masih mengenggam stick PS.

***

“Eun Hae-ah, selamat pagi. Wah, malaikat Appa lagi makan ya?” Siwon pagi itu sudah berada dirumah Hyuk Jae.
“Iya, Appa,” Ryeowook yang tengah menyuapi Eun Hae menjawab salam Siwon.
“Nanti ikut Appa ke kantor ya, Eun Hae?”
“Hyung, bukannya kau ada pelayanan masyarakat pagi ini?” tanya Kyu yang sudah main PS lagi.
“Memang. Tapi aku sudah ijin untuk tidak melakukan pelayanan masyarakat hari ini. Lagipula aku harus mengadakan inspeksi dikantor,” Siwon masih sibuk bermain tangan dengan Eun Hae.
“Hoammmh,” Teuk yang baru bangun langsung berjalan mendekati Eun Hae.
“Selamat pagi Eun Hae-ah,” Leeteuk mencium pipi Eun Hae yanpa sikat gigi. Kontan saja Ryeowook membentak Teuk.
“Hyung! Cuci muka dan sikat gigi dulu sebelum mencium Eun Hae, dia udah mandi.” Ryeowook sibuk mengelap pipi Eun Hae dengan tisu basah.
“Arrasseo! Hoamhh,”

***

Siwon keluar dari mobil dengan Eun Hae digendongannya. Ia tampak begitu manly dengan setelan jas hitamnya. Ia segera masuk kekantornya yang berada dilantai empat menggunakan lift.

“Bisakah kau membawakan ini?” pinta Siwon untuk membawakan tas perlengkapan Eun Hae pada sekretarisnya.
“Tentu saja, Presdir.” Sekretaris itu membawakan tas perlengkapan Eun Hae yang besar itu.
“Apa agenda untuk hari ini?”
“Ada inspeksi dibagian penerimaan barang dan pengepakkan, rapat anggota pelanggan VVIP, dan makan malam dengan pejabat tinggi di Blue House, Presdir.”
“Bisakah kau yang datang diacara makan malam itu? Malam ini aku harus mengantar putriku pulang,” Siwon malah asyik bermain tangan dengan Eun Hae.
“Siap, presdir,”

Dan benar saja, mereka berdua menjadi pusat perhatian saat rapat dengan pelanggan VVIP. Mereka kebanyakan gemas melihat presdir setampan Siwon mau membawa anakknya ke lokasi kerja.
Namun, karena banyaknya orang yang memegangi pipi Eun Hae yang tembem, Eun Hae menjadi tidak nyaman dan akhirnya menangis. Dengan sigap Siwon berpamitan kepada para pelanggan VVIP dan permisi pulang.

***

Bahkan, saat sampai dirumahpun, Eun Hae masih saja menangis.
“Eun Hae-ah, jangan menangis lagi. Cup..cup..cup,” Kyuhyun terlihat bingung. Ia bahkan rela menunda acara main gamenya hanya untuk menggendong Eun Hae yang masih saja menangis.
“Hyung, cepat suruh Hyuk Jae Hyung pulang. Eun Hae nangis terus ini,” Ryeowook juga kebingungan melihat tangis Eun Hae yang tak kunjung reda. Ia bahkan tidak pergi ke restorannya karena Eun Hae masih menangis.
“Jangan-jangan Eun Hae sakit?” Yesung berpendapat seperti itu.
“Eh, iya. Kening Eun Hae panas. Cepat-cepat panggil dokter,” Kyuhyun malah semakin bingung.
Siwon menelpon dokter keluarganya dan Teuk menelpon agar Hyuk Jae, Donghae, dan Shindong untuk segera pulang. Suasana malam itu menjadi sangat mengkhawatirkan.

***

“Eun Hae tidak apa-apa. Ia hanya demam biasa. Ini dikarenakan gigi Eun Hae akan segera tumbuh. Mungkin beberapa hari kedepan ia aka sedikit rewel,” kata Dokter yang datang memeriksa Eun Hae.
“Benarkah Eun Hae tidak apa-apa, Dok?” Siwon sekali lagi memastikan.
“Iya, tapi sebaiknya buatlah Eun Hae nyaman selama masa pertumbuhan giginya supaya ia tidak terlalu rewel,” ucap Dokter lalu perpamitan.
“Syukurlah kalu Eun Hae tidak apa-apa,” Kyu menjadi lebih tenang.
Eun Hae tengah tidur dibox bayinya dengan penjagaan dari enam Appanya sekaligus.

“Eun Hae-ah, Appa pulang!” Hyukjae segera melepas jaketnya lalu segera menuju ruang tengah, disusul dengan Donghae dan Shindong dengan raut muka yang kelelahan.
“Sssttt, Eun Hae sedang tidur. Jangan berisik,” Kyu memperingatkan mereka bertiga untuk tidak berisik. Malam itu hanya Kyu yang masih terjaga karena Siwon, Sungmin, Ryeowook, Yesung, dan  Leeteuk sudah tertidur pulas dikarpet.
“Bagaimana keadaan putriku? Apa dia baik-baik saja?” tanya Hyuk Jae khawatir.
“Gwenchana, dia hanya sedikit demam karena ia akan segera tumbuh gigi,”

***

Malam itu semuanya tidur dengan nyenyak. Eun Hae tidur di box bayinya dikelilingi sembilan Appanya. Hyuk Jae, Donghae, dan Shindong tidur diatas kasur lipat, Teuk dan Ryeowook tidur nyenyak diatas sofa, Siwon dan Sungmin tidur diatas kasur kamar Hyuk Jae yang dibawa keluar kamar, Yesung tidur diatas karpet dengan selimut tebalnya dan Appa kecil, Kyuhyun lagi-lagi tidur dengan masih menggenggam stik PSnya. Semua tampak kelelahan.

***

“Eun Hae-ah, Eomma pulang,” suara Hye Byung yang nyaring membangunkan seisi rumah. Eun Hae yang sejak dari bermain bersama Ryeowook didapur juga mendengar suara eommanya itu.
“Eun Hae-ah, lihat eommamu pulang,” Ryeowook yang masih menggunakan apron keluar dari dapur dan menyambut kedatanyan eommanya Eun Hae.
“Eun Hae-ah, sini-sini peluk eomma,” Hye Byung menggendong Eun Hae lalu menciuminya berulang kali. Ia sangat rindu dengan putri kecilnya itu setelah seminggu tidak bertemu. Namun rasa suka citanya itu sekejap hilang saat melihat kondisi rumahnya pagi itu yang mirip kapal pecah.
Bungkus makanan dan minuman ada disana-sini, gelas-gelas sisa kopi yang bergelimpangan begitu saja, remahan biskuit yang berserakan dilantai, cipratan kopi yang meninggalkan bekas ditaplak meja makan, kabel-kabel PS yang awut-awutan, selimut dimana-mana. Apalagi saat melihat diruang  tengahnya yang lebih parah. Sisa wadah ramen yang bertumpuk disudut ruangan, sofa yang tidak tertata rapi, kasur dan bed cover sudah tidak ada wujudnya lagi, dan manusia-manusia yang tidur tidak beraturan itu membuat Hye Byung naik pitam.
“Hye Byung-ssi, ini semua bisa dijelaskan,” Ryeowook cengengesan.
“Rumahku!!”Hye Byung berteriak keras.

THE END

——————————————————————————————————————————————-

Berikan penilaian kalian tentang FF ini di kolom komentar. Don’t be silent reader ya ^^

Pos ini dipublikasikan di Fan Fiction, K-DID dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke [FF] Super Appa

  1. donasim berkata:

    hahhahaha
    benar2 lucu..
    ngebayangin suju ngerawat anakkk

  2. Arintya widodo berkata:

    Waaaa khamsa udah mau baca
    hehehe🙂
    *bow*

  3. Mizuky(*^▽^*) berkata:

    Suju ngarawat anak ?
    #mikir..
    #ketawa-ketawa..
    sumpah , gabisa ngebayangin Suju ngerawat anak..
    haha , lucu abis sumpah :d

  4. Galuh berkata:

    ini lucu bgt!! >< berharap yang jadi eunhae itu aku😀

  5. eyzraa_ berkata:

    hehe gokil tapi bingung suzy jadi siapa?

  6. Jewels berkata:

    Wah daebak thor.. Kereeenn
    🙂
    bikin lagi ya ! Seru banget ngebayangin suju ngerawat anak #haha..😀

Don't be silent reader, tulis komentarmu di sini ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s