[FF] Unsweet


@We_LoveKDrama

@We_LoveKDrama

Nama: Rahmalia Audina

Nickname: Rahmalia Audina

Akun Twitter: @aliayeol

Title FF: Unsweet

Genre: Romance

Main Cast: Oh Sehoon (Sehun EXO), Jaeni

Supporting casts: Kim JongIn (Kai), Krystal, Exo member, Manager Oppa

Length: OneShot

——————————————————————————————————————————————-

unsweet

“keretanya sebentar lagi akan berangkat” setelah keheningan selama lima menit, akhirnya namja itu berbicara.

jaeni mengangguk lalu berdiri sambil membetulkan mantel coklatnya. begitu juga namja di sebelahnya, ia ikut berdiri dan membetulkan topi dan kacamatanya.

“kau harus menjaga diri disana” namja itu mengusap-usap kepala jaeni.

“harusnya aku yang berkata begitu, jadwalmu masih padat kan bulan ini?”

“begitulah, kau tak perlu mecemaskanku”

namja itu memegang bahu jaeni dan sedetik kemudian memeluk jaeni , tangan kanannya mengusap puncak kepala jaeni.

jaeni menenggelamkan wajahnya dalam dada namja itu.

“aku merasa satu bulan adalah waktu yang cukup lama” bisik sehun sambil sedikit tertawa.

jaeni melepas pelukan sehun dan tersenyum lebar di depan namja bertubuh duabelas centi lebih tinggi darinya.

“sampaikan salamku pada ibumu”

“tidak akan, ibu tidak akan merestui hubunganku denganmu, tahu?”

sehun tertawa dan mengacak rambut coklat jaeni.

“aku tahu, aku tahu, baiklah kalau kau pulang dari sana, hubungi aku. aku akan menjemputmu”

“baiklah, aku pergi sekarang”

jaeni melangkah mundur dan melambaikan tangannya pada sehun, sehun membalas lambaian jaeni.

lalu jaeni berbalik dan masuk kedalam salah satu gerbong.

jaeni duduk di dekat jendela dan mengintip sehun. jaeni sekali lagi melambaikan tangannya.

sehun tersenyum dan melambaikan tangannya.

kereta berangkat.

——————————————————————————————————————————————-

kriet.

“aku pulang” sehun memasuki ruang tamu dan melihat hyung-hyungnya, kecuali jongin.

mungkin ia sudah tidur- pikir sehun

“aaa sehuna dari mana kau?” Tanya chanyeol sambil mengganti channel tv nya, di sebelahnya baekhyun sedang mengupas apel.

“kau habis menemui jaeni?” tiba-tiba kyungsoo keluar dari dapur sambil membawa lasagna buatannya, disusul suho yang membawa beberapa kaleng juice dan menaruhnya di meja.

“ya, tadi aku mengantarnya ke stasiun kereta api, dia pulang ke rumah orang tuanya di incheon” jawab sehun sambil melepas topi dan kacamatanya

“aa jinjja? berapa lama?” Tanya baekhyun

“sebulan mungkin” jawab sehun sambil membuka tutup juice dan meminumnya.

“kau harus hati-hati, jangan sampai ketahuan fans. ah kyungsoo, bangunkan jongin, dia harus makan dulu” perintah suho.

“ah biar aku saja” tawar sehun lalu segera naik ke lantai dua.

——————————————————————————————————————————————-

“kau harus sering-sering pulang, jaeni-ya, jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu”

“ne, appa”

“jangan lupa istirahat dan makan yang banyak” kata eomma jaeni sambil menambahkan nasi di mangkuk jaeni.

“apa kerjaan mu begitu merepotkan?” Tanya appa jaeni

“tidak, anak-anak kecil mudah aku ajari, walaupun sibuk, aku menikmatinya. jangan mengkhawatirkan aku” sahut jaeni sambil menyuapkan nasi dengan sumpitnya

“kapan kau kembali ke seoul?”

“emm satu minggu lagi eomma, aku hanya mengambil cuti selama satu bulan”

“anak ini….” keluh eomma nya.

jaeni hanya bisa tersenyum melihat ke khawatiran kedua orang tuanya.

“appa, aku pinjam korannya”

appanya memberikan Koran yang tadi sedang di bacanya

“jaeni-ya, habiskan dulu makan mu”

“aku sudah selesai eomma”

jaeni membawa korannya kedalam ruang tamu sambil membawa teh yang tadi ia buat.

“HUBUNGAN ANTARA EXO’S SEHUN DENGAN F(X)’S KRYSTAL”

jaeni mengeryitkan keningnya membaca dead-line Koran itu.

berita apa itu?

jaeni membuka korannya lebih lebar dan membaca artikel berita itu lebih jelas.

dua hari lalu, exo’s sehun terlihat berada dalam restoran di daerah myeongdong bersama krystal, salah satu anggota dari girlband satu managemen nya, f(x)

jaeni terus membaca artikel tersebut. kerutan kening nya menjadi lebih dalam.

ia berlari ke kamar. melempar Koran tersebut ke kasur.

jaeni mengacak tasnya dan menemukan kacamata minus 2 nya.

jaeni meraih Koran yang dilemparnya tadi dan memakai kacamata berbingkai hitam itu.

sehun mengenakan penyamaran topi dan kacamata……………………………….

jaeni memperhatikan foto-foto yang menyertai artikel tersebut.

benar itu sehun, tidak salah lagi. wanita disebelahnya, ia tak mengenalnya dengan baik.

tapi berdasarkan artikel itu, apa benar dia krystal?

keduanya terlihat berpegangan tangan……………………………………….

kaki jaeni lemas, lalu jaeni menjatuhkan dirinya di kasurnya.

ia menghela nafas, lalu meraih handphone nya di samping bantalnya.

17 missed call, 9 messages, 2 voice mail.

itu semua dari sehun.

jaeni membuka messages nya.

semua isinya sama

‘jaeni, aku mohon angkat teleponnya’

lalu jaeni mendengarkan voice mail pertama.

‘jaeni-ya, apa kau sudah melihat Koran pagi ini? apa kau sudah melihat acara-acara tv pagi ini?’

hening beberapa saat

‘aku mohon, jangan berpikir tentang apapun dulu, aku mohon’ suara sehun terdengar lirih.

jaeni membuka voice mail kedua.

‘jaeni-ya, apa kau marah padaku? angkat telepon ku. kapan kau pulang? agar aku bisa menjelaskan semua nya’

hening lagi beberapa saat

‘jaeni-ya, saranghae’

jaeni menutup flip handphone nya, ia menghela nafasnya. ia berusaha agar airmatanya tidak jatuh. untuk apa dia menahannya? lagipula tidak akan ada yang melihatnya. tapi ia tetap menahannya.

jaeni mengusap-usap matanya dan membuka flip handphone nya.

ia mulai menekan keypad handphone nya

to: sehuna

aku mengerti, jangan mencemaskanku.

~sent

jaeni melemparkan handphone nya di bawah bantalnya, lalu ia menengggelamkan wajahnya ke dalam bantal.

beberapa detik kemudian handphone nya bergetar. jaeni melihat display handphone nya.

sehun meneleponnya.

jaeni membiarkan handphone nya terus bergetar, ia sedang tak ingin berbicara dengan sehun.

——————————————————————————————————————————————-

“ia tak mau mengangkat teleponku” keluh sehun terus melihat handphone nya.

“ia sepertinya marah” chanyeol menepuk pundak sehun sambil membetulkan rambutnya sendiri.

“lagipula kau, benar-benar, apa yang kau lakukan dengan krystal disana?” Tanya kyungsoo menghadap kebelakang, kearah sehun-chanyeol-baekhyun yang duduk di bagian belakang van.

“aku…aku tak bisa menjelaskan nya, yang pasti ini salah paham” sahut sehun pelan sambil melirikkan matanya kepada jongin dari belakang yang duduk di sebelah kyungsoo.

jongin memakai earphone semenjak meninggalkan dorm, sekarang dalam perjalananpun, ia terus menutup matanya.

entah tidur atau memang sengaja menhindari member lain.

kyungsoo mengangguk dan menghadap ke depan lagi.

“bagaimana reaksi dia?” bisik chanyeol kepada sehun –benar benar pelan- sambil melirik kearah jongin

“ia tidak berbicara sedikitpun kepadaku setelah menonton acara gossip tadi pagi” balas sehun tidak kalah pelan

“ia cemburu” kata chanyeol berbisik lagi

sehun hanya mengangguk sambil terus melihat display handphone nya, seperti mengharapkan keajaiban dari handphone nya, berharap kejadian dua hari lalu tidak terjadi.

——————————————————————————————————————————————-

jaeni dengan lemas mengambil koper kecil nya, lalu melangkahkan kakinya keluar kamarnya.

hari ini ia harus pulang ke seoul. sebenarnya ia malas harus pulang ke seoul, tapi ia harus pergi karena pekerjaannya tidak akan menunggunya. bahkan ia sudah mengulur waktu selama tiga hari untuk kembali. akibatnya ia harus berkali-kali menelepon ketua sekolah tempat ia bekerja untuk meminta izin. ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia sakit.

tidak ia tidak berbohong, ia memang sakit.

“jaeni-ya, kau sudah akan berangkat?” eommanya menghampiri dari dapur sambil membawa sebuah kotak makan

“ne eomma, mana appa?”

“appa sudah berangkat barusan, ia benar-benar terburu-buru karena ada sedikit masalah di pabrik nya”

“masalah?”

“tidak perlu kau khawatirkan, masalah biasa, ini ibu membuat bekal untuk dijalan”

“gomawoyo eomma” jaeni memeluk eomma nya

eomma nya juga memeluk jaeni dengan erat.

jaeni melepaskan pelukannya lalu mengusap matanya sendiri.

“kenapa kau menangis jaeni-ya? hm?” eomma jaeni kaget dan menghapus air mata anak tunggalnya itu

“anio eomma, aku akan merindukanmu. aku berjanji akan sering datang kesini” jaeni mencoba tersenyum kepada eommanya.

“geurae jaeni-ya, cepat sana kau berangkat, nanti kau tertinggal kereta”

“ne eomma, aku berangkat dulu” jaeni mencium tangan eomma nya dan berjalan menuju pintu.

——————————————————————————————————————————————-

11.00 P.M

“suho-a, suho,-a” manager menepuk-nepuk lengan suho, suho mengeliat dengan mata masih sedikit terpejam.

“kita sudah sampai, bantu aku bangunkan yang lain. hey hey semua, bangun kita sudah sampai” manager segera membuka pintu di sampingnya untuk memastikan letak parkir van –yang berjarak 30 meter dari dorm- itu tidak salah.

“jongin-a. kyungsoo bangun kita sudah sampai” suho memegang lutut jongin dan kyungsoo secara bergantian. jongin yang ditelinganya terpasang headset tersadar dari tidurnya lalu menepuk pundak kyungsoo –membangunkannya-

“baekhyuna, sehuna, kita sudah sampai” kata chanyeol sambil merenggangkan badannya. sehun dengan setengah kesadarannya membuka pintu disebelahnya lalu keluar, diikuti chanyeol, lalu baekhyun.

setelah menyelesaikan acara genie ar show, akhirnya mereka bisa pulang dan beristirahat di dorm mereka. chanyeol berlari mendahului yang lain untuk masuk ke dorm karena ia tidak tahan dengan cuaca yang dingin di luar, baekhyun mengikutinya sambil merapatkan jaket yang melekat dengan tubuhnya.

chanyeol menghentikan langkahnya di depan pintu. baekhyun yang tepat berada di belakangnya ikut menghentikan langkahnya melihat seseorang di depan pintu dorm.

“krystal-ssi?” kata chanyeol.

“kenapa kau ada disini?” sambung baekhyun. kedua namja itu terus memperhatikan yeoja yang bermantel tebal dengan lilitan syal yang hampir menutupi setengah wajahnya itu.

krsytal hanya tersenyum sambil sedikit menundukkan sedikit kepalanya. lalu akhirnya manager, suho, jongin, kyungsoo, sehun juga sampai di depan dorm.

manager, suho, dan kyungsoo kaget melihat krystal disana. mata jongin membesar melihat krsytal ada di depan pintu dorm, sehun mengeryitkan keningnya melihat krystal sambil menajamkan matanya kesal.

“mianhae, aku mengganggu malam begini” kata krystal menundukkan lagi kepalanya.

“tidak apa-apa, tapi ada keperluan apa?” Tanya manager.

“aku..aku ingin berbicara dengan sehun-ssi sebentar” jawab krystal

“aku? kenapa aku?” Tanya sehun gusar

“ada yang harus aku bicarakan” balas krystal sambil berjalan mendekati sehun

“baiklah, silahkan bicara” sehun membuang muka tidak mau melihat wajah krystal

“tapi…tidak disini sehun-ssi” kata krystal sedikit memelas.

sehun menghembuskan nafasnya dengan keras melihat hyung-hyung nya menatapnya dengan tatapan heran. sepertinya mereka juga ikut salah paham sekarang.

“aku lelah, lain kali saja” jawab sehun hendak masuk ke dorm tetapi jongin menangkap lengan sehun. jongin menatap sehun dengan tajam.

“dia sudah menunggumu, setidaknya turuti saja dia” ucap jongin pelan tapi tegas.

“tapi, hyung..”

sebelum sehun meneruskan kata-katanya, jongin melepaskan tangannya dan berbalik masuk ke dorm.

chanyeol dan baekhyun menatap jongin dan sehun bergantian lalu ikut masuk ke dalam.

“tidak apa-apa” suho tersenyum sambil menganggukan kepalanya dan ikut masuk ke dorm, kyungsoo menepuk pundak sehun lalu menyusul suho.

“hati-hati, jangan sampai ketahuan citizens” kata manager sambil menatap krystal dan sehun bergantian lalu masuk ke dorm dan menutup pintunya.

sekali lagi sehun menghembuskan nafasnya keras lalu menatap krystal dengan kesal.

——————————————————————————————————————————————-

akhirnya, jaeni sampai di seoul. ia lebih memilih jalan kaki menuju rumahnya yang tidak jauh dari stasiun kereta api seoul walaupun badannya kesakitan karena harus duduk di kereta dalam waktu yang lama. jaeni membawa kopernya sambil terus memukul pundaknya dengan tangan yang satunya lagi, pundaknya sakit sekali. biarlah, ia sedang berhemat.

jaeni mengambil handphone dari kantung kecil di kopernya. ia melihat display handphone nya. ternyata banyak missed call dan messages, dari sehun.

sehun. apa ia harus memberitahu sehun bahwa ia sudah sampai di seoul? jaeni memandangi wallpaper handphone nya sambil berjalan. fotonya sedang bersama sehun sambil memegang gelas kertas kopi. jaeni tersenyum sambil membuka memorinya pada saat itu, berjalan jalan di malam hari sambil meminum kopi hangat bersama sehun, sebelum ia debut. dahulu rasanya segalanya lebih mudah. sekarang……

ia rindu dengan kopi itu, akhirnya jaeni membeli satu gelas kopi hangat di pinggir jalan.

——————————————————————————————————————————————-

“apa yang ingin kau katakan?” Tanya sehun dengan nada tidak menyenangkan dari bibirnya.

krystal duduk di kursi taman itu, taman yang tidak jauh dari dorm. sehun berdiri di depannya sambil memasukkan kedua tangannya disaku depan celana jins hitamnya.

“kau tau? Karena kau, aku mendapat masalah” ucap sehun. krystal mengadahkan kepalanya menatap sehun.

“aku bertengkar dengan jaeni”

“jaeni? siapa?”

“nae yeoja”

“kau sudah punya yeoja? mianhae aku…aku tak tahu”

sehun diam saja menatap tanah di kaki nya, ia tahu semuanya bukan kesalahan krystal.

“kau bisa bercerita tentang jongin dengan ku lewat handphone kan? kita tak harus bertemu di tempat umum seperti minggu kemarin”

“bahkan media menambahkan-nambahkan bahwa kita berpegangan tangan. apa-apaan itu?” lanjut sehun

“kembalilah pada jongin, ia cemburu denganku dan bersikap aneh padaku. sepertinya ia masih menyukaimu” sehun melanjutkannya sambil duduk di sebelah krystal. krystal menundukkan wajahnya. ia tetap diam, tak bergeming.

“hey kau menangis?” tanya sehun sambil menampakkan wajahnya di depan krystal.

Tiba-tiba krystal memeluk sehun dan menagis di bahu nya.

“hey apa yang kau lakukan?” tanya sehun lagi hampir melepaskan pelukan krystal.

Tapi ia membiarkan krystal memeluknya, sehun mencoba mengerti keadaan krystal sekarang.

“apa yang harus kulakukan sekarang?” isak krystal di bahu sehun.

Sehun tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada krystal. Sehun hanya diam saja sambil mengusap punggung krystal pelan.

——————————————————————————————————————————————-

Jaeni terus berjalan sambil menarik kopernya. Gelas kopi di tangannya belum ia buang walaupun isinya sudah habis. Kakinya terasa pegal disana-sini. Tidak apa-apa sebentar lagi ia sampai.

Jaeni melewati taman dekat rumahnya, lampu-lampu ditaman itu sudah di matikan. Tidak seperti biasanya –pikir jaeni. Jaeni merasa melihat seseorang di depan sana. Jaeni sedikit takut, untuk apa ada orang disana malam-malam seperti ini? Tapi jaeni penasaran dan menghampiri orang itu. Jaeni terus mendekati orang itu, terasa tidak asing.

“oh, jongin-ssi?” ucap jaeni.

Jongin menengok ke arah jaeni dengan pandangan kaget.

“ah jae..jaeni-sii? Apa yang.. apa yang kau lakukan disini? Bukannya kau sedang dirumah orang tua mu?”

“harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan? Bersembunyi dibalik semak seperti ini? Apa yang kau li…” jaeni tidak melanjutkan kata-katanya lagi melihat dua orang yang ia kenal 20 meter di depan sana.

“aa..jaeni-ssi.. mereka..”

“mereka ternyata benar ya?” kata jaeni dengan suara yang sedikit bergetar.

Koper yang dipegang jaeni jatuh ke tanah menimbulkan suara keras membuat dua orang di depan sana menengok kearahnya dan jongin.

——————————————————————————————————————————————-

Sehun melepaskan pelukan krystal, begitupun krystal karena mendengar suara di belakang mereka. Kedua nya begitu terkejut melihat jaeni dan jongin disana.

Jaeni menutup mulutnya, ikut terkejut. sekarang mereka terlihat oleh sehun dan krystal. Jaeni berbalik dan berlari meninggalkan jongin disana tanpa membawa kopernya.

“jaeni?” Sehun bangkit dari kursi taman itu lalu berlari mengikuti jaeni tanpa menatap krystal. Sehun bertatapan muka dengan jongin.

“aku akan menjelaskannya hyung..” kata sehun menghentikan langkahnya.

“tidak perlu” balas jongin sambil membuang muka

“jongin” panggil krystal dengan keras sambil menghampiri jongin.

“biar dia saja yang menjelaskannya, aku masih harus mengurus sesuatu” kata sehun lalu kembali mengejar jaeni.

“apa yang akan kau katakan?” tanya jongin kepada krystal yang kini sudah ada di depannya.

“ini bukan salah sehun.. biarkan aku menjelaskan semuanya” kata krystal sambil menghapus bekas air mata di pipinya.

——————————————————————————————————————————————-

Jaeni tidak menghentikan langkah kakinya, ia terus berlari. Ia masih tidak mempercayai apa yang tadi ia lihat. Kini ia sudah memastikannya dengan matanya sendiri. Ternyata memang benar, hubungan antara sehun dan krystal memang benar. Ya, mereka berdua terlihat lebih baik daripada sehun bersama dirinya. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

“jaeni-ya” panggil sehun. Tapi yeoja di depannya tidak menoleh sedikitpun. Yeoja itu terus berlari.

“jaeni-ya, jebal dengarkan aku” akhirnya sehun berhasil meraih tangan jaeni. Tapi jaeni tetap tidak menoleh sedikitpun.

“lepaskan tanganku, kumohon” kata jaeni sambil berusaha melepaskan tangan sehun.

“tidak. Setidaknya dengarkan penjelasanku”

Jaeni menghentikan usaha nya. Ia diam, tidak bergeming, tanpa menoleh ke arah sehun. Jaeni berusaha menyembunyikan isak tangisnya. Dadanya yang sesak membuat ia melupakan tubuhnya yang lelah karena berlari tadi.

“apa kau sudah membenciku” tanya sehun pelan.

“kau bahkan tak mau melihat wajahku” lanjut sehun sambil melepaskan tangan jaeni perlahan, lalu tangannya menyentuh kedua bahu jaeni. Dan membuat jaeni berhadapan dengannaya

Jaeni menundukkan wajahnya, masih tidak mau menatap sehun.

“jaeni-ya, tatap wajahku” kata sehun masih dengan suara pelan.

“ku mohon”

jaeni tetap tidak menggerakkan wajahnya. Sehun meletakkan tangannya di dagu jaeni dan membuat jaeni menatap wajahnya. Bibir jaeni bergetar karena menahan tangis, matanya basah karena airmata, pipinya masih dialiri oleh aliran air matanya. Sehun menyentuh pipi jaeni, menghapus jejak air mata jaeni.

“maafkan aku jaeni-ya, aku benar benar minta maaf” kata sehun dengan suaranya yang mulai serak, matanya juga mulai merah.

Jaeni kembali terisak.

“kau dan jongin hyung benar-benar salah paham” jelas sehun.

“ta..tapi tadi aku melihat kalian dengan mataku sendiri, sehuna” kata jaeni mulai berbicara.

“aku bersumpah, itu semua tidak seperti yang kau pikirkan” sehun menghentikan kata-katanya sebentar.

“krystal tertekan dengan hubungannya dengan jongin hyung. Dan..dan krystal selalu meminta bantuanku”

“tadi ia menangis, dan aku tak tahu mengapa ia memelukk… aku tidak tega melihatnya menangis, sungguh”

“krystal..dengan jongin?” tanya jaeni heran

Sehun mengangguk.

“lalu, yang…yang di restoran itu?”

“saat di restoran itu, krystal sedang meminta bantuan ku, tapi ketahuan oleh citizens. Dan soal aku memegang tangannya, sungguh aku tak melakukannya, itu hanya karangan mereka saja”

Jaeni terdiam sambil menghapus airmatanya yang terus mengalir.

“aku mencintaimu jaeni-ya, aku mohon percayalah padaku” kata sehun lalu memeluk jaeni.

Jaeni menangis lagi di dalam pelukan sehun.

“aku benar-benar takut semua itu benar. Maafkan aku, aku tak mempercayaimu, maafkan aku” kata jaeni ditengah tangisnya

“tidak, ini salahku. Maafkan aku” kata sehun melepaskan pelukannya. Lalu menghapus airmata jaeni lagi.

“jangan menangis lagi”kata sehun sambil tersenyum.

Jaeni mengangguk sambil ikut tersenyum kecil.

“sarangahae jaeni-ya”

Jaeni mengangguk dan tersenyum, air matanya berhenti begitu saja.

“nado, saranghae sehuna”

“baiklah, aku akan mengantarmu pulang”

“sebentar, antar aku ke taman tadi” kata jaeni

“untuk apa?” tanya sehun sambil berjalan dan menggenggam tangan jaeni.

“koperku tertinggal disana” kata jaeni sambil tertawa kecil.

“dasar kau ini” kata sehun sambil mengacak rambut jaeni.

THE END

——————————————————————————————————————————————-

Berikan penilaian kalian tentang FF ini di kolom komentar. Don’t be silent reader ya ^^

Pos ini dipublikasikan di Fan Fiction, K-DID dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke [FF] Unsweet

  1. Dream World berkata:

    Klimaksnya kurang nih….
    Trus adegan Krystal ama Jonginnya juga kurang…
    Ga ad adegan Jongin ama Sehun mrahan nih?
    Ceritanya sbenernta bgus.. Cman adegannya kurang nendang^^
    keep fighting~

Don't be silent reader, tulis komentarmu di sini ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s