[FF] Your heart Is my Eyes


@We_LoveKDrama

@We_LoveKDrama

Nama: Gesti Resita

Nickname: GR

Akun Twitter: @resitagesti

Title FF: Your heart Is my Eyes

Genre: Romance, sad

Main Cast :

  • Aoron Kwak a.k.a Aron (Nu’est)
  • Choi Hyun Soo a.k.a Readers
  • Kang Dong ho a.k.a Baekho (Nu’est)

Supporting casts: Mafia and police

Length: OneShot

——————————————————————————————————————————————-

“hosh..hosh..hosh” Nampak seorang namja tengah terengah dan bersembunyi di gang yang sepi.

“damn! Kenapa mereka bisa sampai kesini.” Namja itu bernama Aoron Kwak atau dipanggil Aron saat dia masih di Newyork, dia kabur kekorea karna dikejar mafia amerika yang dendam padanya ketika Aron melaporkan tentang pengedaran narkoba mereka pada polisi yang menyebabkan banyak kawanan mafia itu tertangkap, Aron melaporkan mereka karna menemukan temannya overdosis sambil memegang ponsel yang berisi pesan dari gembong narkoba itu, namun siapa sangka bahkan mafia itu mengejarnya sampai korea.

DRAP DRAP DRAP

Aron sembunyi dibalik tong sampah saat mendengar derap langkah kaki yang terburu, untung hari ini sudah malam jadi tubuh Aron tak terlihat diantara gang itu, setelah yakin aman Aron keluar dari persembunyiannya namun ia telah menelfon polisi tadi agar bisa menangkap para mafia itu disini, baru dia melangkahkan kakinya keluar gang salah satu mafia itu melihatnya.

“hei! Itu dia!” Aron langsung berlari lagi.

DORR

“arrgghh!”

Terlambat, bahu kirinya terkena peluru tembak, walaupun peluru itu hanya melewati kulit dagingnya, namun cukup membuat bahunya mengeluarkan banyak darah, Aron tetap berlari dengan sekuat tenaga, saat para mafia itu mengejarnya tiba-tiba suara sirine polisi datang.

“sial! Ada polisi cepat pergi dari sini! Setidaknya kita sudah menembaknya” perintah salah satu dari gembong mafia itu, lalu mereka semua kabur dari kejaran polisi.

Aron terus berlari entah kemana, tapi dia yakin ini bukan arah ke apartementnya, matanya sudah kunang-kunang, tangan kanannya keram karna terus menekan bahunya yang mengeluarkan darah, kakinya juga sudah lemas, sampai pada akhirnya dia mengetok rumah terpencil didekat bukit Seoul.

Tok Tok Tok

Tak lama pintu itu terbuka, samar-samar Aron dapat melihat kalau yang membuka pintu itu seorang yeoja, sedetik kemudia Aron pingsan kedekapan yeoja itu.

“eh! Si.. siapa kauu..” yeoja itu terpekik kaget, dia merasakan kalau Aron tidak bergerak sama sekali dan bau anyir darah begitu terasa dihidungnya, maka dengan cepat yeoja itu membawanya masuk kedalam rumah dan membopong Aron kekamarnya walaupun dengan susah payah, tentu saja sulit karna yeoja itu buta. Setelah membaringkan Aron dikasurnya dan meraba temboknya mencari kotak p3k yang ditaruh didindingnya. Lalu dia berjalan menuju dapur mengambil air, es batu, jeruk nipis dan handuk.

Dengan perlahan yeoja yang bernama Choi Hyun Soo itu meraba baju Aron dan membukanya, lalu dia mencari luka itu dengan sentuhan tangannya. Setelah dia cukup yakin dimana luka itu berada, dia langsung menempelkan es batu itu beberapa menit kemudian setelah darahnya mulai berhenti mengalir, Soo menaruh cairan jeruk nipis diluka Aron. Aron memasang raut kesakitan walaupun matanya masih terpejam. Setelah selesai Soo membersihakan luka itu dengan handuk lalu membalutkan perban dibahu Aron,untuk ukuran orang buta Soo cukup cekatan, mungkin karna profesinya sebagai penjual bunga, jadi tangannya terbiasa memotong tangkai bunga dengan cekatan.

“sebenarnya siapa kau..” tanya Soo walaupun tak ada jawaban.

——————————————————————————————————————————————-

“shh.. arghh!” geram Aron saat membuka matanya karna sinar pagi hari yang menusuk retinanya dan merasakan sakit di bahunya, Aron berusaha bangun.

“dimana ini… kenapa aku tidur disini.. aww!” seketika tangan kanannya langsung memegang bahu kirinya yang terasa ngilu, Aron melihat bahunya yang sudah diperban, dia makin bingung dengan keadaan sekitarnya, dia mencoba mengingat kejadian kemarin saat dia dikejar mafia dan ditembak lalu dia datang kesebuah rumah dan…

“yeoja.. iya aku yakin kalau yang membuka pintu tadi malam itu seorang yeoja.” Aron bangkit dari kasur itu dan keluar kamar, dia semakin bingung melihat banyak tumbuhan bunga disekitar ruangan. Aron mendengar suara-suara asing disamping rumah itu, dia melangkahkan kakinya kesana. Matanya takjub melihat rumah kaca yang indah dipenuhi tanaman bungan dan tanaman lainnya dengan beragai jenis. Aron menyapu seluruh pandangannya keruangan itu dengan takjub, pemiliknya pasti sangat kreatif, batinnya.

“khamsahamnida.. jangan bosan berkunjung lagi.” Terdenganr suara yeoja yang begitu ramah ditelinga Aron, dia melihat kearah yeoja yang sedang membelakanginya dan menyapa pengunjung tadi. Tiba-tiba yeoja itu berbalik mengenggap sebucket mawar putih ditangannya, Aron terkesiap melihatnya.

“cantik..” gumamnya pelan, Aron menerjapkan matanya lalu tersenyum, namun Soo malah melewatinya seperti tadak sadar keberadaan Aron.

“ehem annyeong, gomawoyo sudah menolongku.” Ucap Aron sedikit membungkuk dan menahan rasa sakitnya. Soo tampak kaget mendengar suara Aron dan berbalik menghadap Aron setelah meletakkan bunganya.

“oh.. kau sudah bangun, sejak kapan disini.” Ujar Soo, Aron menaikkan alisnya heran lalu dia berjalan mendekati Soo, Aron sadar bahwa arah pandang Soo tidak ke arahnya, Aron mengibas pelan tangannya didepan wajah Soo. Soo merasakan kibasan tangan Aron lalu tersenyum.

“maaf kalau aku tidak menyadari keberadaanmu, kau tak perlu mengibaskan tanganmu, aku memang buta.” Ucap Soo sambil tersenyum ramah, Aron dengan sigap menurunkan tangannya.

“mian aku tidak bermaksud kurang ajar.”

“gweanchana, bagaimana lukamu.” Tanya Soo.

“sudah lebih baik sekali lagi terima kasih.” Soo hanya tersenyum, Aron masih terpesona dengan wajah Soo, kenapa bisa yeoja secantik ini buta?, batinnya.

“aku sudah memasak kimchi tadi, kau bisa memakannya jika lapar.” Aron mengangguk namun dia langsung sadar kalau Soo tak bisa melihat jadi dia langsung menjawab iya.

“aku Aoron Kwak, biasa dipanggi Aron”

“aku Choi Hyun Soo, kau bisa memanggilku Soo saja.”

“ne, Soo.. kau tinggal sendiri disini.” Soo mengangguk. Aron tak mau bertanya lebih lagi, karna takut Soo risih. Soo juga tidak mau bertanya penyebab Aron bisa datang kerumahnya, Soo merasa itu sangat pribadi. Setelah itu mereka makan dan berbincang bersama sebelum Aron memutuskan untuk pulang karna takut merepotkan Soo.

Namun setelah sampai dirumah Aron terus memikirkan Soo, saat berada dikamat mandi Aron tersenyum menatap perban dibahunya.

“mungkinkah aku menyukainya..” gumam Aron.

“ah entahlah..” sambungnya sambil mengacak rambutnya.

Seminggu sudah Aron tidak bertemu Soo, dia takut kalau ada mafia yang mengikutinya sampai kerumah Soo, dan takut akan melibatkan Soo. Namun tak lama ponselnya berdering.

“yeobuseo, bisa bicara dengan tuan Aron”

“yeobuseo, ne ini aku”

“kami punya kabar baik untuk anda, penjahat asing yang waktu itu anda laporkan sudah ditangkap jadi anda tidak perlu khawatir..mereka tidak akan berkeliaran disekitar anda lagi” Aron tersenyum senang.

“ne jeongmal gomapta.” Aron mendesah lega.

“sepertinya tuhan menjawab kebimbanganku.. sekarang aku bisa menemuinya dengan bebas.” Aron tersenyum senang, dan bergegas mengambil mantelnya dan pergi kerumah Soo. Sepanjang jalan Aron terus tersenyum membayangkan wajah Soo, dia benar-benar jatuh cinta pada Soo pada pandangan pertama. Namun saat tiba dirumah Soo raut wajahnya langsung berubah cemberut begitu melihat Soo berbicara dengan senang dengan seorang namja, mereka Nampak sangat dekat beberapa kali namja itu mengacak pelan rambut Soo, Soo tampak seperti meraba sebuah kertas dan mencoba membaca huruf-huruf yang timbul itu.

“ck siap sih namja itu..” Aron mendekat kearah rumah kaca itu.

“ehem.. annyeong.” Ujar Aron sambil menatap datar pada namja itu.

“annyeong.. ada apa” Tanya namja yang bernama Baekho itu.

“aku.. aku..” Aron bingung mau menjawab apa, tidak mungkin dia bilang kalau dia mau bertemu dengan soo didepan pria yang daritadi terlihat dekat dengan Soo.

“aku mau membeli bunga mawar..” ujar Aron sambil menunjuk bunga disampingnya tanpa menoleh.

“tapi itu bunga anggrek.” Jawab Baekho heran, semakin heran dengan warna mata Aron, warnanya biru terang seperti memakai lensa, tapi sayangnya mata Aron memang bermata biru karna ayahnya berbangsa amerika dan ibunya korea, mata itu semakin menambah ketampanan wajah Aron, Aron melihat ke arah tangannya.

“emh.. maksudku bunga anggrek” sela Aron.

“kau Aron kan..” ujar Soo yang daritadi diam-diam memperhatikan suara Aron, Aron tersenyum senang karna Soo mengenalnya.

“ne, aku Aron apa kabarmu.” Ujar Aron semangat.

“baiklah oppa pergi dulu ne.. kapan-kapan oppa main lagi.” Potong Baekho sambil mengelus poni kepala Soo, Aron merasa gerah melihatnya. Lalu Baekho membungkuk ke Aron dan dibalas Aron dengan terpaksa.

“kau mau membeli bunga.” Tanya Soo pada Aron tiba-tiba.

“sebenarnya aku Cuma mampir, kebetulan tadi lewat sini..” gurau Aron, Soo Cuma ber ‘O’ saja.

“tadi itu siapa.” Tanya Aron memberanikan diri.

“itu, dia Baekho oppa.. dia yang menjagaku selama ini, kami sudah seperti adik kakak.” Aron tersenyum, untunglah bukan namjachingunya, batin Aron.

“sebenarnya kau berniat menemuiku kan” Aron kaget dengan pernyataan Soo, lalu tertawa malu dan diikuti tawaan Soo.

“Ne aku hanya ingin mengujungimu, terima kasih sudah menolongku waktu itu.”

“kenapa kau tidak pernah berhenti berterima kasih sih..” tawa Aron pecah begitupun dengan Soo, tawa yang Aron rindukan belakangan ini.

Semenjak hari itu mereka semakin dekat dan dekat, Aron sangat ingin mengutarakan hatinya namun takut Soo menolaknya dan menjauhinya, Aron bahkan sangat risih tak bertemu dengan Soo satu hari saja.

“Soo.. aku mau bicara” ujar Aron saat Soo sedang memotong tangkai bunga.

“bicara saja ga ada yang ngelarang kan” jawab Soo.

“ehm.. aduh.. ehm begini aduh..” Soo menaikan alisnya ikut bingung dan menaruh bunga yg dia pegang tadi. Lalu tiba-tiba Aron memegang kedua tangan Soo, sontak Soo terkejut.

“Soo dengarkan aku.. aku.. aku menyukaimu.” Ujar Aron serius.

“would you be my girlfriend.. ah lebih tepatnya Can I be your Boyfriend..?” Tanya Aron gugup. Soo Nampak bingung, dia juga sebenarnya menyukai Aron yang begitu perhatian padanya, tapi siapa yang tega melihat Aron yang begitu baik berhubungan dengan gadis buta, batin Soo. Soo menarik tangannya dari genggaman Aron.

“aku tidak bisa Aron..” mendengar pengakuan Soo, Aron merasa sedih.

“kenapa..”

“aku tidak menyukaimu, kita hanya teman tidak lebih..” lalu Soo berjalan menuju kamarnya, dia hampir jatuh karna tersandung pot, Aron segera memapahnya.

“aku baik-baik saja.. kau lebih baik pulang” ujar Soo sambil melepaskan tangan Aron yang melingkar dipinggangnya. Aron Nampak menyesal, harusnya dia tidak mengatakan perasaanya kalau akhirnya Soo menjadi menjauhinya.

“apa aku salah menyukaimu..” Tanya Aron sebelum Soo benar-benar masuk kamar.

“ne kau salah.. aku.. menyukai Baekho oppa” Soo berbohong agar Aron melupakan perasaannya. Aron menunduk sedih, lalu Soo masuk kedalam kamarnya dan bersandar dipintu tak terasa airmatanya mengalir, sedih? Tentu saja iya, bagaimana tidak sedih jika harus membohongin perasaanya sendiri dan menyakiti hati orang yang kau sayangi karna keadaan fisikmu. Aron tidak pergi, dia mendekati pinto kamar Soo lalu menyenderkan tubuhnya sambil duduk.

“tapi kenapa selama ini kau seperti memberiku harapan.. semua sikapmu, perhatianmu.. kau benar-benar membuatku gila” ujar Aron jujur. Tak ada jawaban, akhirnya Aron berdiri dan menghadap pintu kamar itu.

“kalau kau mau aku pergi, aku tak kan mengganggumu lagi.. kuharap kau bahagia dengan Baekho.. saranghae..” Soo menutup mulutnya dengan tangan kecilnya agar Aron tak mendengar isakannya.

“mian..” ujar Soo pelan. Aron pun melangkah keluar dengan sangat berat.

——————————————————————————————————————————————-

“ada apa, kau terlihat lemas..” Tanya Baekho sambil menyiram bunga, dia melihat Soo hanya diam dari pertama dating kerumah Soo pagi tadi.

“oppa.. eottokhae..” Tanya Soo lemas sambil menyentuh bunga-bunga didepannya dengan jemarinya.

“bagaimana apanya..”

“Aron… dia bilang kalau dia menyukaiku..” Baekho menghentikan aktifitasnya, dan menatap Soo.

“bukannya kau juga menyukainya.. kenapa bingung.” Tanya Baekho, Soo menggeleng.

“aku tidak mau menyusahkannya, karna aku….”

“buta.” Potong Baekho, Soo mengangguk sedih, Baekho memeluknya.

“Soo, kau itu cantik dan baik, jika Aron benar-benar mencintaimu berarti dia akan menerima kekuranganmu, tidak peduli kata orang ne..” Soo mengangguk dan membalas pelukan Baekho, menangis didada Baekho. Sementara Aron dari tadi meremas tangannya kuat melihat pemandangan itu dari balik pohon depan rumah Soo. Bohong jika dia bilang akan melepas Soo, karna pada kenyataannya dia semakin mencintai Soo. Baekho tidak sengaja melihat Aron yang bersembunyi, dia tersenyum.

“kurasa dia benar-benar mencintaimu Soo.”

“oppa sok tau..” Baekho terkikih geli, lalu melonggarkan pelukannya.

“siapapun akan tahu kalau daritadi dia terus mengintip kita dari balik pohon depan rumahmu.” Soo sedikit kaget.

“jinja..”

“ne.. aku akan pergi, kalau dia menghampirimu.. kau harus jujur dengannya, aku yakin dia menerimamu apa adanya dan tulus padamu.” Lalu Baekho mengacak pelan rambut Soo.

“oppa..” Soo tersenyum malu. Lalu Baekho pergi tanpa menoleh kearah pohon, dan benar saja setelah Baekho benar-benar menghilang Aron mulai berjalan mendekati Soo yang merapikan bunganya.

“apa kau benar-benar sudah berpacaran dengannya” Tanya Aron kesal, Soo kaget ‘Baekho oppa benar, dia disini’ batin Soo.

“waeyo..” Tanya Soo datar.

“aku tidak suka.” Ucap Aron merajuk. Soo menghela nafasnya, mungkin ini kesempatannya mengetes Aron.

“memang kenapa, tidak ada yang spesial dariku.. kenapa kau begitu menyukaiku.”

“tidak spesial? Kau bercanda..” Aron tersenyum sebentar.

“kau itu yeoja yang paling cantik, paling baik, paling ramah dan yang paling penting. Kau satu-satunya yeoja yang paling mengerti aku melebihi diriku sendiri, aku belum pernah begitu membutuhkan seseorang seperti dirimu, kau itu seperti udara yang selalu kuhirup, aku tak akan bisa hidup jika udaraku diambil namja lain.” Ucap Aron menekankan setiap kata-katanya. Soo terdiam mendengar pengakuan Aron, Aron berdecak kesal.

“aku bohong..” ujar Soo pelan.

“maksudmu..”

“aku memang menyayangi Baekho oppa, tapi hanya sebatas sebagai oppa.. karna yang kusukai adalah..” Soo menggantung kata-katanya.

“adalah?”

“adalah pria yang datang kerumahku dengan keadaan kritis dan membuatku panic setengah mati.” Awalnya Aron terdiam namun detik berikutnya dia langsung tersenyum dan memeluk Soo.

“kenapa susah sekali bilang jika kau juga mencintaiku.” Tanya Aron sambil membenamkan kepalanya dpundak Soo.

“aku tidak mau kau punya kekasih buta sepertiku” Soo menangis dalam pelukan Soo. Aron melepas pelukannya dan menatap Soo.

“kau bisa melihat dengan mataku..” lalu Aron memegang tangan Soo, dan meletakkannya didada Aron.

“dan bisa melihat dengan hatiku..” Soo benar-benar terharu dengan semua ucapan Aron dan menangis.

“yaa kok nangis.. kau tidak senang punya namjachingu tampan sepertiku oeh, bahkan mataku bermata biru langit, kurang tampan apa aku coba..” Soo terkikih.

“sejak kapan aku jadi yeojachingumu, dan kau itu terlalu pede..”

“tidak percaya..”

“tidak.” Tiba-tiba Aron meletakan kedua tangan Soo diwajahnya, Soo merasa bingung.

“rasakan.. rasakan setiap inci wajahku maka kau akan mengetahui dan mengenalku lebih lagi” ujar Aron pelan, perlahan tapi pasti jemari Soo menelusuri tiap inci wajah Aron.

‘garis wajah yang tegas’ batin Soo, saat jarinya tak sengaja menyentuh bibir Aron soo langsung menarik tangannya dan tersenyum.

“ne, kau tampan.” Aron tersenyum dan kini menangkupkan kedua tangannya diwajah Soo.

“aku juga mau merasakannya.” Soo tertawa.

“untuk apa, kau bisa melihatku dengan jelaskan.” Aron menutup matanya.

“tidak, semua jadi gelap sekarang..” lalu perlahan tangannya menelusuri kulit wajah Soo, begitu berperasaan disetiap sentuhannya, membuat Soo merasa sangat nyaman, tanpa sadar mata Soo ikut tertutup sedangkan Aron mulai membuka matanya.

“neomu yeppo” ujar Aron, jemarinya menyentuh bibir Soo, wajahnya mendekat kearah wajah Soo, Soo dapat merasakan nafas Aron dipipinya, karna gugup Soo hanya terus menutup matanya. Perlahan dan lembut bibir Aron menyapu bibir Soo, Soo sedikit tersentak, dengan cepat tangan kiri Aron turun yang menautkan jemarinya dijemari kanan Soo, sementara tangan kirinya mengusap lembut pipi Soo. Soo mulai nyaman dengan sentuhan bibir Aron. kini ciuman Aron sedikit meningkat, dia melumat dan menjilat pelan bibir Soo tak lama dia melepaskan ciumannya.

“saranghae..” seketika pipi Soo memerah dan membuat Aron terkikih geli.

“nado saranghae..” ujar Soo pelan, Aron mengecup kening Soo dengan penuh perasaan. Akhirnya mereka berdua bahagia, namun ini belum berakhir. Tidak ada yang tau esok akan menjadi apa.

——————————————————————————————————————————————-

Dua bulan sudah Aron dan Soo berhubungan, Aron Nampak sama sekali tidak merasa risih dengan kekurangan Soo, justru dia merasa beruntung dapat memiliki sosok Soo yang begitu sempurna dimatanya.

Aron mengendap-endap dibelakang Soo, ingin membuat kejutan karna kedatangannya barusan.

“Aron jangan menggodaku..” ujar Soo cemberut saat Aron datang dan menutup mata Soo dengan tangannya.

“ck.. tidak seru bagaimana bisa kau tau kalau itu aku.” Ujar Aron merajuk sambil duduk didepan Soo, Soo hanya tertawa kecil. Tiba-tiba mata Aron terarah pada mawar putih ditangan Aron.

“kau dan bunga ini sama.”

“bunga mawar maksudmu” Tanya Soo sambil meraba bunga ditangannya.”

“lebih tepatnya mawar putih.” Tambah Aron.

“terlihat manis dan lembut, mulai sekarang bunga ini adalah lambang cintaku untukmu” sambung Aron.

“benarkah.. sejak kapan namjachinguku pintar merayu.” Goda Soo, Aron tertawa renyah, mereka sama-sama saling menikmati waktu kebersamaan mereka berdua.

Aron mengajak Soo berdiri dan berjalan disekitar rumah kaca, sesekali Aron mencuri pandang kearah Soo, entah hipnotis macam apa yang membuat dirinya begitu bisa mencintai Soo sedalam ini.

Ciittttt!!

Aron dan Soo sama-sama terperanjat mendengar decitan seperti ban yang direm mendadak, Aron mengintip dari balik kaca.

“astaga! Bagaimana bisa mereka disini” Aron sangat terkejut, sementara wajah Soo terlihat khawatir.

“cepat ikut aku.” Aron langsung menarik tangan Soo dan menyuruh Soo menunduk agar dapat bersembunyi dibalik tanaman jenis belukar yang sukup lebat.

“Aron ada apa.” Tanya Soo sambil menggenggam erat tangan Aron.

“tunggu disini, jangan bergerak dan bersuara.. jangan beranjak sedikitpun apapun yang terjadi atau aku akan marah padamu. Arra!” Aron berbicara sangat tegas, Soo langsung menganggukan kepalanya. Sementara Aron langsung berjalan kearah depan rumah kaca, namun baru sampai pintu tiba-tiba segerombolan orang masuk kesana, berkisar 6 orang.

“jadi ini tempat persembunyianmu.”

“ba.. bagaimana kalian bisa bebas? “ Tanya Aron bingung.

“ck kau lupa, kami ini mafia kelas atas, bisa dengan mudah keluar dari penjara.. dan sialnya kami harus mendekap selama sebulan lebih di sel karna ulahmu, anak ingusan! Mati kau sekarang!” teriak namja itu. Soo mendengar semua percakapan mereka, ingin rasanya dia keluar namun Aron melarangnya tadi, tapi Aron dalam keadaan bahaya.

Tidak lama terdengar suara baku hantam disana, Aron cukup gesit menghindar dan menghajar, namun jumlahnya kalah banyak akhirnya ketika ada kesempatan mereka menghajar Aron habis-habisan hingga badannya terpuruk dilantai dengan lemas.

“sekarang kau hanya sampah.” Ujar satu mafia itu, lalu mengarahkan pistolnya kearah Aron, Aron menutup matanya pasrah.

DORR!

Peluru itu tepat mengenai dadanya, hampir menembus jantungnya, bibir Aron sedikit terbuka menahan sakit, urat halus lehernya tercetak jelas. Para mafia itu tertawa lalu pergi meninggalkan Aron yang kesakitan. Setelah suara mobil mereka benar-benar hilang, Soo langsung keluar dari tempatnya sembunyi.

“Aron .. dimana kau..”

“S..Soo..” jawab Aron terputus. Soo panik dia berjalan cepat dan tersandung berkali-kali tangannya meraba benda sekitarnya.

“Soo..” suara Aron tepat berada didepan Soo, Soo langsung terduduk dan mencari Aron, tangannya langsung digenggam Aron.

“Aron! gwaenchana?” Tanya Soo khawatir.

“aku baik.. baik.. sa..ja” ucap Aron pelan.

“aku harus telefon rumah sakit!” Soo merogoh sakunya tapi ponselnya tidak ada. Aron menggenggam kedua tangan Soo.

“biarkan aku.. ber.. bering di..pelu..kanmu.” Soo menangis sejadi-jadinya.

“Aron kumohon bertahanlah, jangan tinggalkan aku jebal!”

“kumo..hon.. ijinkan.. aku.. tidur di..pelu..kanmu..” Soo terus menangis sambil mendekap Aron, dengan susah payah Aron duduk dan memeluk Soo.

“Soo.. sa.rang..”

“cukup! Jangan bicara lagi, nado saranghae..” potong Soo, Aron tersenyum.

“sa..rang..hae..”

“sudah hentikan…” tangis Soo semakin menjadi.

“sarang..hae”

“diam!!” teriak Soo, dan semakin memeluk Aron, darah terus keluar dai dada Aron membasahi bajunya dan baju Soo.

“saranghae..” Aron menyebutkannya dengan jelas dan tegas sebelum menutup matanya, tangannya tak lagi memeluk Soo, namun sudah terjatuh kebawah.

“Aron!! aniya!” teriak Soo.

Baekho berjalan santai dihalaman rumah Soo, dia ingin memberikan kabar gembira bahwa dia sudah diterima disalah satu perguruan tinggi, namun Baekho terkejut mendengar teriakan Soo, dia langsung berlari kerumah dan mendapati Soo beserta Aron yang tak sadarkan diri dengan berlumuran darah.

“astaga ada apa ini.” Baekho melangkahkan kakinya cepat.

“Baekho oppa! Cepat panggil ambulans, jebal..” tanpa pikir panjang Baekho menekan tombol ponselnya. Karna terlalu terpukul Soo pingsan dan membuat Baekho semakin panik.

——————————————————————————————————————————————-

Sebuah segaris sinar masuk kedalam retina matanya, perlahan sinar itu semakin jelas walau agak samar, kepalanya pusing bagai dihinggapi beribu burung. Perlahan tapi pasti, segurat garis dan gambar tercetak jelas dikedua matanya.

“Soo, kau sudah sadar?..” Tanya Baekho senang, soo menatapnya bingung dan menatap suara yang dikenalnya.

“Baekho oppa..”

“kau bisa melihatku!” Baekho terkejut dan bahagia sambil menggenggam tangan Soo, akhirnya Soo dapat melihat, ini semua semakin membuat Soo bingung, bukankah dia buta. Namun pikirannya kembali melayang ke Aron.

“Aron.. dimana Aron?” Tanya Soo. Baekho menundukkan kepalanya dalam.

“dia.. sudah pergi, dia sudah tenang.” Ujar Baekho sangat pelan seolah takut telinga Soo pecah.

Soo menatapnya, airmatanya meleleh.

“aniya! Dia tidak mungkin meninggalkanku!” Soo segera bangkit dari kasurnya, pandangannya tertuju pada cermin ditembok dekat kasurnya.

“apa ini..”’ ujar Soo. matanya dapat melihat dengan jelas melihat wajahnya sendiri. Dia belum sadar dengan warna biru diretina matanya, karna dia memang belum mengenal warna sebelumnya, namun dia bingung ketika melihat warna mata Baekho, bukankah Baekho pernah bilang kalau warna mata orang asia sama, hitam atau coklat. Namun dia ingat kalau Aron pernah bilang bahwa warna matanya beda dengan warna orang asia, warna matanya Biru seperti langit.

“oppa.. apa mataku berwarna hitam atau coklat??” Tanya Soo. Baekho menggeleng. Soo menyapu pandangannya.

‘itu jendela?’ batinnya lalu Soo berjalan menuju jendela dan memangdang keatas, kelangit. Warnanya sama dengan matanya.

“dia mendonorkan matanya untukmu, sebelum dia pergi, dia bilang kau dapat melihat dunia dengan matanya.. dia bilang kalau matanya adalah matamu, setelah itu dia tidak tertolong.” Baekho menjelaskan semua, tak ingin menyembunyikan keadaan.

“aniya!!” jika memang dia dapat melihat, dia ingin melihat Aron didepannnya untuk yang pertama kali, bukan kehilangannya.

“dimana dia.”

“kau baru sadar… lebih baik istira…”

“dimana??!!” Baekho mendesah ragu, akhirnya dia menyerah, dan meminta ijin rumah sakit untuk membawa Soo kemakam Aron. sepanjang perjalanan Soo hanya terus menangis dimobil bahkan pakaiannya masih pakaian rumah sakit.

“kita sampai.” Ujar Baekho, belum sempat dia membukakan pintu mobil untuk Soo, Soo langsung membukanya sendiri dan berlari entah kemana arahnya, namun tumpukan tanah gemuk yang menjulang dan menempelkan gambar-gambar manusia dinisannya, membuat Soo yakin jika ini adalah makam, mata birunya terus mencari tempat istirahar Aron. tapi dimana bahkan dia tidak mengetahui seperti apa wajah Aron. dia belajar menyesuaikan semua huruf dihadapanya dengan matanya, dia bisa membaca karna belajar dari Baekho dari situ dia tau bentuk-bentuk huruf.

Soo terus berputar disana, sampai matanya tertuju pada sebuah figure foto namja bermata biru, merparas tampan dengan garis wajah tegas, seperti garis wajah Aron yang pernah disentuhnya, dia mendekati makam itu, membersihkan debu yang menutupi ukiran namanya.

“Aor… Aoron.. Kwak..” dia mulai membaca dan tak lama semua airmata dan teriakannya bersatu menjadi lagi sendu bagi Baekho yang berdiri dibelakangnya, menghapus airmatanya.

“Aron.. kenapa kau meninggalkanku!!”

“ANDWAE!! Jebal tonagajimaaa!! ” Soo meremas rumput makam Aron, hatinya semakin tersayat melihat foto Aron yang sedang tersenyum di nisan itu.

“kau jahat!” Soo tertunduk mencium makam itu berkali-kali, Baekho diam tak mau menghentikan Soo, mungkin inilah perpisahan yang terakhir bagi Soo. namun tak dipungkiri jika airmatanya juga ikut jatuh melihat pengorbanan Aron untuk Soo.

Soo terus terisak sampai suaranya habis.

“aku tidak mau matamu!!”

“ Aku tidak butuh! Aku hanya mau kau tetap disisiku! Aronnn!!”

“jebal… jangan begini… jangan begini, kau tidak boleh per..” ucapannya tercekat, airmata Soo tak ada habisnya menangisi Aronnya yang telah pergi dengan sejuta cinta untuk Soo, membiarkan Soo dapat melihat dunia dengan matanya.

“Aron.. kumohon kembali.. Aron.. saranghae jebal jangan tinggalkan aku..” langit yang mulanya berwarna biru secerah warna mata Soo, berubah mendung mengiringi kesedihan Soo meratapi kepergian Aron.

——————————————————————————————————————————————-

“aku pergi dulu ne.. kau baik-baiklah disini.” Ucap Baekho lembut pada Soo yang sedang sibuk menyiram bunga.

“ne.. aku sudah besar jadi jangan khawatir.” Ujar Soo sambil menjulurkan lidahnya sedikit. Seperti biasanya Baekho mengacak pelan rambutnya lalu pergi dari rumah kaca itu. Setahun sudah Aron pergi, namun tak mengurangi rasa cinta Soo sedikitpun, lambat laun Soo mulai menerima kepergian Aron. dia melihat kearah mawar putih.

Lalu perlahan dia menyentuh dengan lembut bunga itu sambil memejamkan matanya, tak lama tangannya merasa genggaman tangan lain.

Saat dia membuka mata, Aron ada disampingnya menggunakan mantel dan celana putih terang. Mereka tersenyum, begitulah setiap saat Soo merindukan Aron, dia selalu merasakan sentuhan Aron lewat mawar putih ini.. lambang cinta Aron untuk Soo.

THE END

——————————————————————————————————————————————-

Berikan penilaian kalian tentang FF ini di kolom komentar. Don’t be silent reader ya ^^

Pos ini dipublikasikan di Fan Fiction, K-DID dan tag , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke [FF] Your heart Is my Eyes

  1. choi berkata:

    endingnya bikin miris.. ceritanya jga penuh penghayatan dan menarik.. jadi mewek T.T daebak ^^!!!

  2. Ichoud berkata:

    Sumpah ..
    Aku nangis baca ff ini ..
    Miriiss bangett ..
    T.T
    kalo aku yg jdi cwe.a psti gila klo di tinggalin aron yg neomu2 kyeopta T^T

  3. heleyoung berkata:

    huaaaaaaaa tanggung jawab thor!!! ga boleh meninggal donk T.T
    apa2an ini baru juga senyum2 liat mereka bahagia eh eh eh langsung dibuat nangis…
    huaaa T^T

  4. heleyoung berkata:

    nyesel ga bca nih FF dari pertama😥 ceritanya ngena bangeud
    bikin deg2an+ketawa+nangis sesegukan T_T
    ga nyangka kalo akhirnya sedih kaya gini, feel jadi Soo dapet bangeud..
    daebak!!! pokoknya author ini harus menang !!!

    • GR berkata:

      makasih ya heleyoung2 .. sumpah author bingung kok asal mau coment nama nicknya heleyoung mulu ya??? admin ada yg salah kah???

  5. kimber berkata:

    daebak thor!! Bahasanya enteng ga bikin bosen bca.x.. Aku doain biar menang ^^

  6. Kim Joon Ri berkata:

    Sedih bgt Thor😥 Aaron so sweet bgt… Aku ampe nangis2 lah bacanya Thor :’)

Don't be silent reader, tulis komentarmu di sini ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s