[FF] Triangle Twin (Chapter 1)


Triangle Twin
Nama: Mualimatul Kurniyawati
Nickname: Niya
Akun Twitter: @kurniya12
Title FF: Triangle Twin
Genre: Family, Friendship, School Life, Romance
 
Main Casts:
Kim Jongin (Kai)
Oh Hara (You)
Kim Taemin
 
Supporting casts:
Kim Haemi (OC)
EXO (K)
Park Eunri (OC)
 
Length: Multi Chapter

Annyeong^^
Saya author baru dan ini adalah FF pertama saya #gak ada yang nanya. Maaf kalo ceritanya gak jelas, bosenin dan bertebaran typo di sini semua itu murni kesalahan author bukan readers yang membacanya. Semua adegan FF ini murni atas dasar pemikiran saya dan milik saya. Beserta KAI juga milik saya *digebukin exotic*. DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER!  Ingat jangan lupa dikomen yaa ^^ *pasang aegyo*.

Okeee Happy Reading *melambaikan tangan, sedetik kemudian menghilang dibawa kabur KAI :D*

****

Kriingg !!

Seorang namja tampak terusik tidurnya dengan bunyi jam beker yang memang sudah ia atur sejak tadi malam. Ia terpaksa mengaturnya karna ia harus pergi ke sekolah. Matanya kini mulai terbuka. Berusaha menyesuaikan pencahayaan yang masuk tanpa permisi melewati ventilasi kamarnya. Tampak tangannya sambil meraih jam beker yang tepat berada di samping tempat tidurnya. Kemudian mematikannya dengan gusar hingga jam itu jatuh dari posisi berdirinya.

Namja dengan kulit hitam dan mata kecoklatan itu memutuskan untuk bangun. Senyum seringai kecil tampak terukir dalam wajahnya. Ia ingat hari ini adalah hari kelulusannya. Hari terakhir dimana ia berstatus menjadi seorang siswa di Performing Art High School. Kemudian dengan gontai ia menuju kamar mandi. Sekitar lima belas menit ia keluar dari kamar mandi. Dengan rambut kecoklatan yang agak basah dan berbalut handuk putih menghiasi pinggangnya.

Ia menghadap cermin. Melihat pantulan wajahnya yang mendarat sempurna di cermin. Ia melihat matanya yang kecoklatan, bibirnya yang agak tebal, dan wajah dengan kulit gelapnya. Namja itu bernama Kim Jongin. Wajah itu, ia teringat akan saudara kembarnya. Kim Jongin memiliki saudara kembar yang bernama Kim Taemin.

Tiba-tiba salah satu sudut bibirnya terangkat. Ia membenci saudara kembarnya yang akrab dipanggil Taemin. Ia juga membenci ibunya. Setelah kedua orang tuanya bercerai sejak 12 tahun yang lalu. Tepat saat Kim Jongin berumur 7 tahun, ibunya membawa Taemin dan juga adiknya yang bernama Kim Haemi untuk tinggal bersama. Kim Jongin yang akrab dipanggil Jongin itu tidak habis pikir. Bagaimana bisa ibunya meninggalkan Jongin dan membiarkannya hidup bersama ayahnya. Sejak kecil ia merasa bahwa ibunya lebih dekat dengan Taemin.

Flashback

“Aiish mengapa Appa dan Eomma selalu bertengkar, aku bosan mendengarnya.” protes Jongin yang berada di atas tempat tidurnya.

“Yaak apa urusanmu, kau berisik sekali. Cepat tidurlah tidak usah bergumam sendirian.” Jawab Taemin yang tidur seranjang dengannya.

“Heeii Kim Taemin bahkan suara Eomma dan Appa lebih keras dari pada suara gumamku, bagaimana bisa terganggu dengan suaraku sedangkan suara pertengkaran Eomma dan Appa kau tidak merasa terganggu!!”

Plettaakk…. Dengan mata sayup-sayup dan kesadaran yang belum terkumpul semua, Taemin terpaksa memukul kepala Jongin yang sudah mulai dibuat geram olehnya.

“Aiissh kenapa kau memukul kepalaku Taemin-ah!!”


“Kau mengganggu tidurku Kkamjong. Tidurlah atau kau tidak akan menonton Pororo bersamaku besok!!” Taemin lebih suka memanggil Kim Jongin dengan sebutan Kkamjong.

“Mwo Pororo, jinja?? kau dibelikan Eomma film Pororo lagi?? aiisssh mengapa hanya kau yang selalu dibelikan.”

Jongin dan Taemin sama-sama menyukai Pororo. Tapi entah kenapa hanya Taemin yang selalu dibelikan Pororo oleh Ibunya.


Jongin yang sudah mengerti dengan tatapan tajam Taemin dan melihat tangan Taemin yang akan mendarat dikepalanya lagi, dia segara menenggelamkan dirinya dibalik selimut.

“Geurae, aku segera tidur.” Ucapnya dibalik selimut.

Flashback End

 

“Persetan mengingat semua itu.” Tiba-tiba kalimat itu terlontar dari bibir tebal Jongin.

Lalu Jongin menyambar tasnya dan mengenakannya di punggung. Ia telah siap untuk pergi ke sekolah.

Jongin membuka pintunya. Kemudian perlahan ia menuruni anak tangga dengan santai sembari menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celana. Ia mendapati ayahnya sendirian di meja makan. Tuan Kim terlihat membaca koran sambil sesekali menyeruput kopinya.

“Ohhh, kau sudah siap? Sarapanlah bersama Appa.” Ucap Tuan Kim yang menyadari anaknya kini sudah berdiri di sampingnya.

Ne, Appa akan datang di upacara kelulusanku kan?” Tanya Jongin yang telah duduk di samping ayahnya.

“Tentu, kau pikir buat apa Appa menunggumu di sini? Appa pasti akan datang, Appa tidak akan melewatkannya.”

Sebuah senyuman lepas terukir jelas di wajah Kim Jongin. Ia sangat senang ayahnya menyempatkan waktu untuk datang di upacara kelulusannya. Tuan Kim orang yang disibukkan oleh pekerjaannya. Tidak jarang Jongin harus sarapan sendirian. Itulah yang menyebabkan Tuan Kim bercerai dengan istrinya. Mereka berdua sama-sama mempunyai kesibukan sendiri. Ibu Kim Jongin seorang dokter sedangkan ayahnya sibuk dengan perusahaan Corporation miliknya. Meskipun begitu tuan Kim selalu perhatian dengan Jongin. Itulah yang menyebabkan Jongin lebih menyayangi ayahnya dari pada ibunya.

****

@ Performing Art High School

Upacara kelulusan tampaknya sudah usai. Terlihat jelas kegembiraan pada setiap siswa. Kim Jongin yang terkenal dingin dan ketus pun kini menampakkan senyuman tipis di bibir tebalnya.

Namun sayang seorang yeoja bernama Oh Hara sepertinya justru malah bersedih. Oh Hara yeoja yang bertubuh mungil berkulit putih seperti susu, mata yang hitam, serta bibirnya yang mungil berwarna merah. Ia yeoja yang bodoh dan sangat ceroboh namun ia yeoja yang periang. Tidak seperti biasanya, untuk hari ini justru ia menampakkan wajahnya yang seperti ditekuk.

“Yaa Oh Hara, bersenang-senanglah. Ini hari terakhir kita menyandang status seorang siswa. Wajahmu yang murung semakin membuatmu jelek.” Umpat seorang yeoja bernama Park Eunri yang tak lain adalah teman dekat Oh Hara.

“Eunri tidak salah, bercerminlah wajahmu begitu menyedihkan. Kau terlihat jauh lebih menyedihkan dari pada seekor burung yang kehilangan induknya.” Sahut Baekhyun membenarkan perkataan Eunri.

“Aish kalian membuat mood-ku semakin buruk. Tapi kau benar Baekhyun-ah, aku seperti burung kehilangan induknya.”

Wae, apa yang terjadi padamu Hara? Kau semakin membuat kami bingung, tidak biasanya kau seperti ini.” Jawab Baekhyun dengan tatapan mendelisik.

“Aku merasa sedih. Upacara kelulusan, itu artinya hari ini adalah hari terakhirku melihat Kai. Aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Aku sangat menyukainya, aku tidak tau sampai kapan aku akan berhenti menyukainya.”

Kai adalah sebutan nama Kim Jongin di sekolahnya. Ia lebih dikenal temannya dengan nama Kai daripada Kim Jongin.

Mendengar perkataan Oh Hara, Baekhyun dan Eunri merasa iba kepada sahabatnya. Sejak kelas 1 SMA Hara menyukai Kai. Meskipun Kai namja yang sangat dingin, tapi itulah yang membuat Hara semakin menyukainya. Hara tidak berani menyatakan perasaannya, ia takut jika Kai marah dan justru malah membenci Hara. Selama hampir 3 tahun ia memendam perasaannya, hanya 2 orang sahabatnya yang tau.

“Kau tidak berniat menyatakan perasaanmu Oh Hara? Nyatakan saja. Jangan biarkan perasaanmu selama 2 tahun itu terbuang sia-sia.” Dengan wajah datar Eunri berkata seperti itu kepada Hara.

“Yak kau gila Park Eunri, aku tidak akan melakukannya.” Cibir Hara dengan melemparkan tatapan tajam kepada Eunri.

“Tapi kau tidak akan pernah bertemu dengan Kai lagi Hara, ini adalah kesepatan terakhirmu. Setelah dia melanjutkan sekolah di Universitas, kau tidak akan bertemu lagi dengannya. Kecuali…” Kalimat itu menggantung begitu saja tanpa diteruskan Baekhyun.

“Yak kecuali apa? “dengan cepat Hara menyahutnya.

“Kecuali kau mengambil jurusan yang sama dengan Kai, dan tentunya satu Universitas dengannya. Kau akan tetap bertemu dengannya.”

“Ide yang bagus.” Gumam Hara.

“Kalian berdua akan mengambil jurusan apa? Apakah kita juga akan tidak saling bertemu setelah kita mengambil jurusan yang berbeda?” Ujar Eunri yang membuat semuanya menjadi hening dan berfikir.

“Kau bicara apa Eunri-ah, kita akan tetap saling bertemu. Kalian berdua adalah sahabatku, bagaimana bisa aku melupakan kalian dan bisa hidup tanpa kalian.” Jawab Eunri sembari melemparkan senyuman.

“Aku akan mengambil jurusan Kedokteran. Appa dan Eomma ku sangat menginginkan itu. Kuharap salah satu dari kalian juga mengambil jurusan yang sama denganku. Dan aku tidak bisa melupakan kalian. Aku tidak bisa melupakan Hara yang sangat bodoh dan ceroboh serta Eunri yang sangat pelupa dan banyak bicara.” Baekhyun tertawa puas setelah mengejek sahabatnya.

“Aish kau bicara apa Baekhyun-ah hhaah? Kau cari mati. Bahkan kau lebih cerewet daripada aku.” Eunri mencibir Baekhyun dan bersiap memukulnya. Namun dengan sigap Baekhyun segera berlari menjauhi Eunri, dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara mereka berdua.

Hara yang melihat itu tampak tersenyuman menahan tawa. “Mereka seperti anak kecil saja.” Gumam Hara yang terdengar lirih.

****

Siang ini suasana di kantin sekolah terlihat ramai. Setelah upacara kelulusan selesai, mereka beramai-ramai mencari makan siang di kantin. Meskipun ada sebagian siswa yang hanya sekedar untuk membeli minuman dan melakukan aksi berbincangnya di kantin. Semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tiba-tiba saja mereka semua menghentikan aktivitasnya ketika melihat tiga orang namja yang sedang berjalan memasuki kantin.

Salah satu namja itu bernama Kim Jongin atau lebih dikenal dengan nama Kai. Diikuti dengan namja yang tidak jauh lebih tinggi namun berkulit putih seperti susu dan bentuk wajah yang berhuruf V. Namja yang satunya lagi berpostur lebih tinggi dari kedua namja tersebut, terlihat lebih ramah dan menyunggingkan senyuman menunjukkan gigi putihnya yang berderet rapi. Mereka bertiga adalah seorang dancer yang hebat dan terkenal di sekolahnya. Tak heran jika banyak yeoja yang mengagumi setiap gerakan tarian mereka dan ketampanan mereka. Termasuk Oh Hara yang sangat mengagumi Kai, ah ani tepatnya mencintai Kai.

“Aku mau pesan Bubble-tea, kau mau pesan apa Kai? Biar aku sekalian yang memesannya.” tanya seorang namja berkulit putih susu.

“Aku pesan Fried Chicken.” Jawab Kai

“Hey kau tidak menanyaiku Sehun-ah?” protes seorang namja dengan suara beratnya.

“Tidak akan! Setiap membayar kau selalu mengatakan uangmu tertinggal. Bahkan aku tidak yakin mengapa setiap hari uangmu selalu tertinggal. Hingga hampir setiap hari aku membayarimu.” Cibir Sehun.

Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Chanyeol mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Sehun. “ahh ii..tu…a..akuu tidak bohong. Benar aku tidak membohongimu Sehun-ah. Uangku benar-benar tertinggal.” Dengan sedikit terbata-bata Chanyeol menjawabnya, kemudian meringis garing menunjukkan deretan giginya.

“Aiish dasar, bahkan untuk makanan yang kau makan sendiri kau sangat pelit untuk mengeluarkan uang, kemampuan aktingmu sangat buruk Chanyeaol-ah. Kau berbohong dan membodohiku.” Umpat Sehun dengan tatapan mendelisiknya.

“Kalian mau pesan apa bertengkar, haah? Sudah biar aku saja yang memesannya. Kau mau pesan apa Chanyeol-ah?” sahut Kai dengan nada tinggi yang terlihat kesal.

“Aku pesan Ddukbokkie satu. Ah satu lagi, apa kau berminat untuk mentraktirku hari ini Kai?” Kai mengabaikan Chanyeol lalu berjalan menuju tempat pemesanan.

Merasa pertanyaannya diabaikan, Chanyeol terlihat kesal. Sehun tersenyum geli melihat ekspresi Chanyeol.

Di tempat yang sama di sisi lain Hara juga sedang berada di kantin dengan kedua sahabatnya. Hara yang menyadari keberadaan Kai di kantin, ia berubah sikap menjadi orang yang gugup.

“Haah Ottoke, apa aku sudah rapi? Bagaimana ini. Eunri-ah tenangkan aku.”

Tubuh Hara seolah terkunci, terdiam membeku tanpa bisa bergerak. Nafasnya pun terhenti melihat Kai yang begitu mempesona di matanya. Sejenak Hara menahan nafasnya, ia jadi lupa bagaimana caranya bernafas. Hingga akhirnya membuat jantungnya berdetak lebih cepat dan terdengar kencang. Bahkan keadaan kantin yang ramai pun tidak bisa menandingi suara detakan jantung Hara yang lebih kian bergemuruh kencang.

Pesona Kai benar-benar bisa membuat Hara menjadi gila dan semakin bodoh. Ia tau meskipun Kai tidak akan pernah bisa melihatnya, namun Hara akan selalu menaruh perasaannya terhadap Kai dengan tulus. Meskipun mencintai Kai akan membuatnya selalu terluka.

Baekhyun dan Eunri tersenyum geli melihat tingkah laku sahabatnya ini. “Pergilah ke kamar mandi, tenangkanlah dirimu di sana.”

Hara berpikir “Hmm kau benar Eunri, aku pergi dulu”

Oh Hara POV

 

Dengan langkah kecil namun cepat, aku berjalan keluar kantin menuju kamar mandi sekolah. Sesekali aku sambil menyedot minuman Bubbles-tea yang kubawa.

Buuugg

Tubuhku terpental. Tidak sengaja aku menubruk tubuh seorang namja yang berpostur lumayan tinggi. Perasaanku kian berubah menjadi tidak enak. Dasar kenapa kau menubruk orang Oh Hara, apa kau tidak melihat orang berjalan di depanmu. Rutukku dalam hati.

“Aiish, apa kau tidak punya mata haah? Berjalanlah dengan benar, Pabo! Kau pengotori bajuku, kau mau cari mati!”

Hah suara itu, aku yakin suara itu tidak asing. Aku sangat mengenal suara itu. Aku tertunduk dan tidak berani mendongakkan kepalaku. Matilah aku, kenapa aku begitu ceroboh.

TBC

Kyaaa ~  akhirnya selesai juga chapter 1 *ngelap keringet*. Mianhae di sini marganya Taemin author ubah menjadi Kim. Aahaa author ngucapin terimakasih banyak, para readers yang sudah menyempatkan untuk membacanya. Mian juga ceritanya membosankan dan tidak sesuai yang readers harapkan *maklum author baru*. Ah ya terimakasih buat teman author Devi dan Humaira yang membuatkan judul ff nya😀. Jangan lupa komentarnya ya

Pos ini dipublikasikan di Fan Fiction, K-DID dan tag , , . Tandai permalink.

Don't be silent reader, tulis komentarmu di sini ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s